• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home EKBIS

OJK: Meski Geopolitik Global Memanas, Kinerja Sektor Jasa Keuangan Stabil

Haria Kamandanu by Haria Kamandanu
2 years ago
in EKBIS
Reading Time: 3 mins read
0
OJK

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, Senin (5/8/2024). (foto: ist)

0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA | bidik.news – Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Juli 2024 menilai, sektor jasa keuangan terjaga stabil, yang didukung oleh tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas memadai di tengah ketidakpastian global akibat meningkatnya tensi perang dagang dan geopolitik serta normalisasi harga komoditas global.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, Senin (5/8/2024). “Di domestik, kinerja perekonomian masih cukup positif dan cenderung stabil. Hal ini ditunjukkan oleh terjaganya tingkat inflasi dan berlanjutnya surplus neraca perdagangan. Namun perlu dicermati berlanjutnya tren penurunan harga komoditas yang telah memoderasi kinerja ekspor,” kata Mahendra.

Dijelaskan, kinerja perekonomian global secara umum melemah dengan inflasi termoderasi secara broad-based. Sejalan dengan pelemahan pasar tenaga kerja dan penurunan inflasi AS, pasar berekspektasi The Fed akan menurunkan suku bunga kebijakan (FFR) sebanyak 2-3 kali di tahun 2024.

Di Eropa, meski indikator perekonomian terus melemah, Bank Sentral Eropa (ECB) menahan suku bunga kebijakan pada pertemuan Juli 2024. Namun, pasar mengekspektasikan ECB akan menurunkan suku bunga sebanyak 2 kali lagi hingga akhir tahun 2024.

Di Tiongkok, pertumbuhan ekonomi Triwulan 2/2024 melambat didorong lemahnya permintaan domestik, yang diindikasikan oleh penurunan inflasi dan harga properti. Hal ini mendorong pemerintah dan bank sentral terus mengeluarkan stimulus fiskal dan moneter.

Tensi geopolitik global terpantau meningkat sejalan dengan tingginya dinamika politik di AS menjelang Pemilihan Presiden di November 2024, serta perkembangan terkini di Timur Tengah dan Ukraina.

Selain itu, tensi perang dagang juga meningkat khususnya terkait dengan sektor teknologi dan semi konduktor. Secara umum, pasar melakukan price in dampak kenaikan tensi geopolitik.

Di sisi lain, secara umum tekanan di pasar keuangan global menurun. Ekspektasi The Fed segera menurunkan FFR telah mendorong penurunan yield USD dan pelemahan dollar index.

Hal ini mendorong mulai terjadinya aliran masuk modal (inflow) ke negara emerging markets, termasuk Indonesia, sehingga pasar keuangan emerging market mayoritas menguat terutama di pasar obligasi dan nilai tukar.

Dari dalam negeri, di pasar saham, IHSG menguat 2,72% mtd pada 31 Juli 2024 ke level 7.255,76 (ytd: terkoreksi 0,23%), dengan nilai kapitalisasi pasar Rp12.338 triliun atau naik 1,83% mtd (5,76% ytd), serta non-resident mencatatkan net buy Rp6,68 triliun mtd (ytd: net sell Rp1,05 triliun).

Secara mtd, penguatan terjadi di hampir seluruh sektor dengan penguatan terbesar di sektor industri dan transportasi & logistik. Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham tercatat Rp11,87 triliun ytd.

Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,09% mtd (naik 2,66% ytd) ke level 384,57, dengan yield SBN rata-rata turun 7,34 bps (ytd naik 25,87 bps) dan non-resident mencatatkan net buy Rp4,90 triliun mtd (ytd: net sell Rp29,05 triliun). Untuk pasar obligasi korporasi, investor non-resident mencatatkan net sell Rp0,58 triliun mtd (net sell Rp2,22 triliun ytd).

Di industri pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) tercatat Rp830,25 triliun (naik 0,51% mtd atau 0,67% ytd), dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp491,61 triliun atau naik 1,06% mtd (ytd: turun 1,96%) dan tercatat net subscription Rp2,75 triliun mtd (ytd: net redemption Rp12,53 triliun).

Sementara itu, penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif, tercatat nilai Penawaran Umum mencapai Rp129,90 triliun di mana Rp4,39 Triliun di antaranya fundraising dari 28 emiten baru. Sementara itu, masih terdapat 111 pipeline Penawaran Umum dengan perkiraan nilai indikatif Rp33,04 triliun.

Untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF), sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga 30 Juli 2024, terdapat 17 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 579 penerbit, 159.957 pemodal, dan total dana SCF yang dihimpun dan teradministrasi di KSEI Rp1,15 triliun.

Pada Bursa Karbon, sejak diluncurkan 26 September 2023 – 31 Juli 2024, tercatat 70 pengguna jasa yang mendapat izin dengan total volume sebesar 613.541 tCO2e dan akumulasi nilai sebesar Rp37,04 miliar, dengan rincian nilai transaksi 26,73% di Pasar Reguler, 23,19% di Pasar Negosiasi, 49,89% di Pasar Lelang, dan 0,18% di marketplace.

“Ke depan, potensi Bursa Karbon masih sangat besar mempertimbangkan terdapat 3.864 pendaftar yang tercatat di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) dan tingginya potensi unit karbon yang dapat ditawarkan,” pungkas Mahendra.

Related Posts:

  • WhatsApp Image 2025-03-10 at 08.12.03
    OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga…
  • WhatsApp Image 2025-08-05 at 07.48.46
    Kesepakatan Tarif Baru dengan AS Buka Peluang…
  • IMG-20250604-WA0108
    Sektor Jasa Keuangan Stabil Mendukung Peningkatan…
  • WhatsApp Image 2025-01-09 at 08.51.05
    OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Stabil
  • WhatsApp Image 2026-02-10 at 08.19.21
    Kepala BI Jatim: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33% pada…
  • IMG-20230228-WA0011
    Awal Tahun Sektor Jasa Keuangan Stabil dan Tumbuh Positif
Tags: ojk
Previous Post

PKS Jatim Serahkan SK DPP Untuk Hari Wuryanto dan Ahmad Fauzi Maju Pilkada Kabupaten Madiun dan Sumenep

Next Post

Dukung Program EKI yang Diluncurkan Oleh OJK, Bank Jatim Berikan Fasilitas Tenda dan Agen Jatim kepada UMKM Kab Bojonegoro

Haria Kamandanu

Haria Kamandanu

RelatedPosts

OJK Ingatkan Emak-emak KSH di Surabaya Tidak Terjebak Pinjol & Arisan Bodong
EKBIS

OJK Ingatkan Emak-emak KSH di Surabaya Tidak Terjebak Pinjol & Arisan Bodong

by Haria Kamandanu
10/10/2025
0

SURABAYA | bidik.news - Pemkot Surabaya dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar literasi keuangan di kantor OJK Jawa Timur, Kamis...

Read moreDetails
Pojok Keuangan Rakyat Hadir di Jatim Fest 2025

Pojok Keuangan Rakyat Hadir di Jatim Fest 2025

04/10/2025
OJK, Evaluasi Kinerja LKM & LKMS 2025: Perkuat Struktur & Tata Kelola Industri

OJK, Evaluasi Kinerja LKM & LKMS 2025: Perkuat Struktur & Tata Kelola Industri

19/09/2025

Media Briefing Kolaborasi BI, OJK, DJPb & LPS Jatim: Perekonomian Jatim Tumbuh 4,98% (yoy) Karena Permintaan Domestik yang Kuat

23/08/2024

“GENCARKAN” OJK: Kejar Target Inklusi Keuangan 98%

23/08/2024

Kolaborasi BI, OJK, DJPb & LPS Jatim Kompak Jaga Stabilitas & Dorong Ekonomi Jatim

23/04/2024
Next Post
Dukung Program EKI yang Diluncurkan Oleh OJK, Bank Jatim Berikan Fasilitas Tenda dan Agen Jatim kepada UMKM Kab Bojonegoro

Dukung Program EKI yang Diluncurkan Oleh OJK, Bank Jatim Berikan Fasilitas Tenda dan Agen Jatim kepada UMKM Kab Bojonegoro

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

JConnect Versi Terbaru Resmi Diluncurkan, Sukses Tarik Lebih Dari 27 Ribu Pengunjung

JConnect Versi Terbaru Resmi Diluncurkan, Sukses Tarik Lebih Dari 27 Ribu Pengunjung

04/05/2026
Tahun Ini, Perumdam Giri Nawa Tirta Fokus Penguatan Teknis

Tahun Ini, Perumdam Giri Nawa Tirta Fokus Penguatan Teknis

04/05/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.