BATU I bidik.news – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Batu gelar Musyawarah Kota (Muskot) dan pemilihan ketua sekaligus pelantikan dewan pengurus periode 2024 hingga 2029, di Senyum Hotel Convention Hall Kota Batu, pada Senin (29/7/2024).
Untuk diketahui Ketua KADIN Kota Batu sebelumnya periode 2019 – 2024 dijabat oleh Endro Wahyu Wijoyono, terpilih kembali Ketua Kadin Kota Batu secara aklamasi periode 2024 – 2029.
Kembali diketahui Muskot kali ini juga menjadi momentum penting dengan dilantiknya Endro Wahyu Wijoyono sebagai Ketua Kadin Kota Batu serta dewan pengurus Kadin Kota Batu masa bakti 2024-2029.
Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto menyebut dalam Muskot pengurus Kadin Kota Batu bisa mengoptimalkan rumah kurasi dan vokasi.
“Rumah Kurasi adalah pusat bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk mereka. Sementara Rumah Vokasi merupakan tempat pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja lokal, agar siap bersaing di era industri 4.0,” katanya.
Itu menurnya bahwa Rumah Kurasi dapat membantu UMKM dalam hal branding, packaging, hingga pemasaran produk ke pasar yang lebih luas. Sementara Rumah Vokasi akan menyediakan berbagai program pelatihan, mulai dari keterampilan teknis hingga soft skills, yang dibutuhkan oleh dunia industri saat ini.
“Selain itu juga penting kolaborasi antara Kadin dan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah. Kolaborasi dengan pemerintah sangat krusial untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif. Melalui sinergi ini, kita bisa mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha, terutama di masa pemulihan ekonomi pasca – pandemi,” ujarnya.
Disela giat Endro Wahyu Wijoyono menyatakan kesiapannya untuk bekerja keras demi memajukan dunia usaha di Kota Batu.
“Kami berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan mendukung pelaku usaha, terutama UMKM dan industri kreatif. Kami juga akan memperkuat jaringan dan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun komunitas lokal,” ujarnya.
Lantas ujar dia, rencana strategis Kadin mendatang akan menjembatani produk pertanian misalnya buah dan sayur produk dari para petani bisa masuk ke hotel hingga tempat wisata untuk disajikan atau dijual kepada para wisatawan.
“Kadin harus bisa mensinergikan hal itu, artinya selama ini yang hanya wacana bisa terwujud demi menyerap hasil olahan pelaku UMKM atau buah maupun sayuran para petani. Sehingga bisa mewujudkan desa berdaya kota berjaya secara nyata,” jelasnya.
Kemudian jelas dia, program lainnya adalah pelatihan bagi pelaku UMKM, pengembangan pasar lokal, peningkatan akses permodalan, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Harapan kedepan saya dan para pengurus Kadin bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk lokal. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kadin Jawa Timur dan Pemerintah Kota Batu, menjadi modal penting untuk merealisasikan visi dan misi tersebut,” pungkasnya. (Gus)











