MOJOKERTO I bidik news –Pelaksanaan pemilu tahap pemungutan suara di Indonesia berjalan dengan lancar dan antusias masyarakat untuk memilih calon pemimpinnya kedepan sangat tinggi,terlihat dari tingkat kehadiran di TPS masing masing.
Pengasuh pondok Fachul Ulum,Jl.Moch Soleh No 270 Pacet Mojokerto,Jawa Timur, KH.Muslich Abbas, mendo’akan siapapun yang di tetapkan menjadi Presiden Indonesia kelak bisa menjadi pemimpin yang handal,berkualitas,dan bijaksana yang sayang terhadap seluruh rakyatnya.
Selain itu,dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di bumi Nusantara agar tetap menjaga kerukunan usai melakukan pemungutan suara (pencoblosan) dan menerima hasilnya.
Menurut KH.Muslich,
siapapun yang terpilih dalam pemilu 2024 merupakan pilihan rakyat Indonesia.
“Tetap jaga kerukunan walaupun berbeda pilihan, siapapun yang terpilih dalam pemilu 2024 merupakan pilihan rakyat Indonesia,” ucapnya.
Lebih lanjut,Kyai Kibar ini juga mengajak kepada seluruh warga Indonesia, khususnya Jawa Timur untuk menjaga situasi aman, damai dan kondusif usai melakukan pesta demokrasi.
“Boleh kita ini berbeda pilihan tetapi jangan sampai perbedaan itu menyebabkan perpecahan. Karena itu, kita harus menghargai perbedaan, menghargai perbedaan pilihan dan sebagainya,” Kata KH.Abbas,Selasa malam (27/02/2024)
Lebih lanjut dirinya juga menegaskan, jangan sampai perbedaan pillihan itu menyebabkan masyarakat terpecah belah oleh isu isu yang tidak jelas kebenarannya.
“Kita menyadari tentu ada khilaf dan salah.Jika ada kilaf, salah,dan kurang,letaknya dimana,dan buktinya apa,jadi harus didukung dengan bukti bukti yang akurat, jangan terpengaruh dengan omongan Asbun (asal bunyi) tanpa didasari dengan bukti bukti yang nyata.Saya rasa masyarakat sekarang sudah pada pinter.Jadi, walaupun pilihan berbeda insyaallah tetap akan menjaga kerukunan, menjaga persaudaraan,” sambungnya.
KH.Abbas juga mengajak seluruh warga Indonesia untuk mengawal dan menjaga ketertiban.Apapapun hasilnya pemilu nanti, siapapun yang ditetapkan sebagai presiden oleh lembaga yang berwenang harus diterima semua pihak, para pendukung masing masing haruslah legowo. Artinya siap menang, siap kalah,artinya yang kalah tetap jaga persatuan dan kesatuan.Sedangkan yang menang tetap bersama sama kompak membangun bangsa dan negara,dan jangan euforia berlebihan.
“Hormati hasil Quick count dan sama sama menunggu hasil real count dari KPU dengan tetap menjaga kondusifitas,”Pungkasnya.(eko)










