SURABAYA Tri Rismaharini dalam kondisi seperti saat ini adalah kerugian terbesar bagi PDI Perjuangan, baik untuk kepentingan Surabaya maupun kepentingan Nasional. Karena saat Risma dilepas, maka secara otomatis PDI Perjuangan juga melepas aset sosial yang telah dibangun Risma selama 10 tahun.
Justru dengan fasilitas yang disiapkan oleh PDI Perjuangan, dan aset sosial yang tidak boleh diremehkan itu pertama akan ditangkap dan menjadi bagian dari aset lawan PDI Perjuangan di Surabaya.
Kedua, Risma sendiri akan digoreng oleh lawan Politik PDI Perjuangan ditingkat Nasional untuk menjadi salah satu pesaing Presiden. Mengingat Gubernur DKI yang selama ini dijagokan, Elektabilitas nya tidak pernah bisa melebihi Ganjar Pranowo karena faktor etnis.
Maka bila DPP PDI Perjuangan jeli melihat situasi, jalan keluar terbaik adalah menurunkan Puti Guntur Soekarno. Selanjutnya dipasangkan dengan siapapun sekalipun bukan dengan Erik. Pasti akan diterima Risma, apalagi bila dipasangkan dengan Erik yang selama ini dijagokan Risma.
Menurunkan Puti ke Surabaya selain menghindarkan menyelesaikan persoalan perbedaan antara DPP dengan Risma. Juga menyatukan faksi-faksi dalam PDI Perjuangan yang ada di Surabaya. Sehingga peluang menang dan tetap mempertahankan hegemoni Partai ini di Surabaya guna memelihara dan merawat keberagaman dan toleransi bisa terus dilanjutkan. : Penulis : Saleh Ismail Mukadar, mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya 2005-2010.











