SIDOARJO – Harapan pengerajin Tas Tanggulangin untuk mendapatkan dana coorporate social responsibility (CSR) dari PT Minarak Brantas Gas bakal berbuah manis.
PT Minarak Brantas Gas melalui humasnya Iwan mempersilakan pengerajin tas Tanggulangin untuk mengirimkan proposal terlebih dahulu jika ingin mendapatkan dana CSR.
“Silakan saja para pengerajin tas Tanggulangin meminta dana CSR, tapi prosedurnya harus mengajukan proposal terlebih dahulu, supaya kami bisa memproses. Kalau tanpa proposal mana bisa kami mengeluarkan dana CSR, Dasarnya apa?, karena dana CSR PT Minarak dibawah naungan SKK Migas,” kata Iwan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (16//2020).
Menurut Iwan saat ini pihaknya sudah banyak membantu kegiatan pemkab Sidoarjo yang diambilkan melalui dana CSR, seperti kegiatan tahunan Lelang Bandeng, membantu percepatan penanganan Covid-19 dan lain-lain. Bahkan setiap tahun membantu kegiatan warga Desa Wunut Porong dan Desa Siwalan Panji Tanggulangin yang dekat dengan lokasi pengeboran.
Dikatakan Iwan, dana CSR tersebut memang diperuntukkan bagi warga sekitar lokasi pengeboran yang terdampak, istilahnya ring I. Tetapi pihaknya tidak melupakan sejarah jika semburan lumpur Lapindo saat itu memang sempat berdampak pada pengerajin Tas Tanggulangin dengan isu tenggelam Lumpur, padahal waktu itu yang tenggelam lumpur adalah perumahan TAS (Tanggulangin Anggun Sejahtera) Tanggulangin bukan pengerajin tas Tanggulangin.
“Walau begitu, kita terbuka dan tidak menutup kemungkinan membantu pengerajin Tas Tanggulangin yang berharap dana CSR di tengah pandemi Covid 19 ini,” papar pria kelahiran Sumenep yang akrab dengan wartawan ini.
Seperti diketahui, ratusan pengerajin Tas Tanggulangin yang tergabung dalam wadah Koperasi Industri Tas dan Koper (INTAKO) Tanggulangin berharap dapat bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Minarak Brantas Gas, INC.
Pasalnya, saat pandemi Covid 19 ini, para UKM Tanggulangin ikut terdampak Covid 19 karena tidak bisa menjual produknya. Selain itu koperasi INTAKO yang penjualannya mengandalkan pengunjung dari luar Jawa Timur, kini kondisinya sepi, bahkan banyak karyawan yang dirumahkan atau di PHK karena tidak bisa menggaji karyawannya akibat sepinya pengunjung.
Terpisah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau kepada para pengusaha / perusahaan untuk berpartisipasi dalam penanganan Corona virus disease 19 (Covid-19) bentuknya melalui program Corporate Social Reponsibility (CRS) sebagai upaya penanggulangan penyebaran Covid-19.
“Maka wajib bagi perusahaan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial melalui dana CSR,” kata Gubernur Khofifah saat jumpa pers di gedung Negara Grahadi Surabaya beberapa waktu lalu.
Selain itu, perusahaan juga dihimbau untuk berpartisipasi dalam promosi kesehatan dan edukasi bagi masyarakat di sekitar wilayah perusahaan terkait. “Melalui dana CSR, diharapkan masyarakat sekitar dapat terbantu,” tegasnya.









