SURABAYA – Disaat virus Corona atau Covid-19 semakin merajela di Surabaya, diharapkan walikota Surabaya, Tri Rismaharini, harus lebih berhati hati dan ini sebagai signal lampu kuning dalam mengelola anggaran.
Pasalnya virus yang melanda dunia ini, selain mengancam jiwa, juga mengancam perekonomian. Ancaman ekonomi tentunya akan berdampak terhadap PAD (Pendapat Asli Daerah) untuk mengelola kota Surabaya.
Perhatian atau Warning ini disampaikan Vincensius Awey, mantan anggota DPRD Surabaya yang juga Wakil ketua DPW Jatim Partai Nasdem . Menurut Awey, disaat Pandemi ini, Walikota Surabaya Tri Rismahari diharapkan lebih berhati – hati dalam mengelola anggaran .
Pasalnya disaat penerapan PSBB semua sektor bisnis menjadi mati suri . Kematian ini sangat berdampak terhadap PAD yang sebahagian besar didapat dari kontribusi dari sektor Hiburan Malam, Hotel, Restauran dan Pajak Bumi dan Bangunan.
“Untuk itu Pemkot harus pandai membuat kebijakan yang sesuai dengan pemasukan PAD,”ujar Awey.
Caranya dengan merivisi kembali belanja kegiatan yang sesuai dengan skala prioritas yang berdampak bagi kehidupan masyarakat banyak.
“Seperti belanja kegiatan pendidikan dan kesehatan harus menjadi skala prioritas, karena itu menyangkut harkat hidup orang banyak,” jelasnya.
Selain itu penundaan pembangunan infrastruktur serta penghematan belanja juga menjadi perhatian Awey.
“Kalau pembangunan infrastruktur dapat ditunda, selain itu jajaran eksekutif dan legislatif pun juga harus mendukung dengan melakukan penghematan,” tandasnya.











