GRESIK I BIDIK.NEWS – Seiring perkembangan, wartawan yang baru memulai kariernya seringkali menemui kendala dilapangan. Dimasa pandemi Covid yang pergerakan serba dibatasi, wartawan sering menulis tanpa di kros chek dan konfirmasi pada pihak yang berkompeten, demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Pers, M Agung, Rabu (26/10).
“Saat ini banyak wartawan terutama wartawan pemula, ketika pagi hari ditanya oleh redakturnya mau liputan apa, dia malah bingung, kalau kita menemui wartawan yang tipe begini, mending diminta tidur di rumah saj dan tidak melanjutkan profesinys,” papar Agung.
Lebih lanjut dikatakan, wartawan dalam menjalankan tugasnya berdasar standar operasional prosedur (SOP), meski ada jumpa pers yang menurut pihak humas sudah konkrit, namun pihak wartawan harus melakukan investigasi pada nara sumber yang terkait.
“Minimnya jurnalis memiliki ketrampilan dan pengetahuan atas obyek yang akan diliput, sehingga saat bertemu dengan nara sumber, bukannya menggali informasi, namun pihak nara sumber justru memaksakan kehendaknya, ” ujar Agung.
Diskusi terkait SOP liputan industri atas inisiasi dari PT Cargril yang menghadirkan Nara sumber dari Wakil Ketua Dewan Pers, M Agung dihadiri oleh wartawan yang bertugas di wilayah Gresik berlangsung di hotel Santika.
PT Cargril yang memulai beroperasi di Gresik sejak tahun 2014, telah banyak berbuat untuk warga masyarakat sekitar perusahaan, seperti bantuan akses air bersih bagi warga Kroman, Sidokumpul, dan Telogobendung, pengeboran sumur air bersih bagi warga Desa Manyarsidorukun, pelatihan membatik di Desa Manyar sidomukti.
“Kami juga melakukan konservasi mangrove seluas 6 hektar di Kalimireng Manyar, bekerja sama dengan pihak Biologi ITS, ” terang Adi Suprayitna dari Cargril. (ali)











