BIDIK NEWS | GRESIK. Memperingati hari lahir ( harlah) muslimat dilakukan di mana mana, bahkan di Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo , sekitar 1.000 jamaah berkumpul di masjid Nurussajidin untuk melakukan tahlil qubro dan sekaligus mendoakan anak anak sekokah yang akan melakukan ebtanas, selain Kades Gadung, Muspika, anggota DPRD Gresik, Wakil Bupati Gresik juga berkenan hadir di acara yang di gelar Minggu ( 8/4) pagi
Ketua Muslimat NU Driyorejo Ny Hj Miratul Hanik berharap dalam kegiatan harlah dengan menggelar tahlil qubro ini selain mendoakan keluarga yang sudah meninggal, juga mendoakan anak anak yang akan melaksanakan ebtanas.
Wakil Bupati Gresik Moh Qosim mengajak yang hadir untuk membaca sholawat nabi,” Bulan ini termasuk bulan haram, ada peristiwa penting yaitu Isro’ dan mi’roj yang menghasilkan perintah solat fardu 5 kali dalam sehari semalam, dan bukti bahwa kita mencintai Kanjeng Nabi Muhammad, maka mari kita bersama sama ber solawat kepada beliau,”
Sementara ustadz yang memberikan pencerahan adalah Ust M Lukmanul Hakim dari Blora , Jawa Tengah lebih memberikan penguatan akan lunturnya budaya di tengah gerusan tehnologi,” Desa Gadung ini berbatasan langsung dengan wilayah Surabaya, dimana perumahan, pabrik, lebih dominan dibanding dengan tanah pertanian, namun masyarakat yang agamis masih menyempatkan untuk mencari pahala dengan pengajian umum yang dikemas dengan tahlil dan doa anak yang mau ujian serta harlah muslimat, padahal ketika dunia modern yang era globalisasi cenderung individu dan menomer duakan urusan kepercayaan. Kalau suatu masyarakat perkampungan masih rajin bersembahyang serta mengeluarkan sodakoh, maka rejeki akan selalu mengalir kepada seluruh masyarakat kampung tersebut,” papar kyai muda dengan candaan yang membuat jamaah tidak beringsut pulang hingga acara usai.
Babinsa Gadung Kopda Amar mewakili Danramil Driyorejo, beserta Babinkamtibmas Gadung ikut hadir mendengarkan siraman rohani serta mengamankan kegiatan. ( ali)










