BANYUWANGI – Surat persetujuan Desk Pilkada PKB yang merekomendasikan H. Ahmad Munif Syafa’at (Gus Munib) sebagai Calon Bupati Banyuwangi pada Pilkada Banyuwangi tahun 2020 beredar dan viral di media sosial.
Beredarnya surat tersebut dibenarkan oleh Ketua Dewan Syuro DPC PKB Banyuwangi, Ustazd H. Abdul Ghofar saat dikonfirmasi melalu sambungan telepon, Kamis (16/07/2020).
“Foto yang beredar itu benar, saya juga ikut dalam rombongan,” kata Ustadz Ghafar sapaan akrabnya.
Pengasuh Ponpes Salafiyah Putri Rogojampi ini mengungkapkan, selain dirinya sendiri, didalam rombongan tersebut terdiri dari Ketua DPP PKB DR. Hj. Nihayatul Wafiroh, Pengasuh Ponpes Darussalam Blokagung – Tegalsari KH. Hisyam Syafaat, Bacabup Banyuwangi H. Ahmad Munib Safa’at, dan Ketua DPW PKB Jatim Dr. H. A. Halim Iskandar.
“Disana kami disambut sangat baik oleh pak Halim Iskandar. Pesan beliau, karena PKB kurang satu kursi, maka harus koalisi dengan partai lain untuk mengusung agar bisa maju di pilkada nanti. Karena, untuk urusan jawa timur tentu beliau (Pak Halim) yang punya kewenangan,” jelasnya.
Dengan demikian, lanjut Ustadz Ghafar, pihaknya harus mencari partai politik untuk diajak koalisi, karena PKB hanya 9 kursi di DPRD Banyuwangi, tentunya untuk mencari Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) nya.
“Alhamdulilah ini sedang berproses, baik parpol koalisi maupun bacawabupnya, insyaallah sebelum batas waktu yang ditentukan kami akan umumkan dipublik.
Dan alhamdulillah dengan turunnya surat tugas untuk Gus Munib, disambut sangat baik oleh seluruh jajaran DPC PKB Banyuwangi,” tuturnya.
Sementara, H. Ahmad Munib Safaat Lc. M.E.I merasa bersyukur dengan turunnya surat persetujuan dari Desk Pilkada PKB, ini menjadi amanah sekaligus tantangan untuk segera bekerja memenuhi apa yang sudah diperintah dari DPP.
“Kebetulan saya juga anggota DPRD Banyuwangi dan sudah tiga periode menjabat. Jadi, insyaallah dengan para elit partai politik dan politisi Banyuwangi itu sahabat semua, doakan tidak lama kami bisa mengumumkan partai koalisi serta bacawabupnya,” kata Gus Munib.











