SURABAYA | BIDIKNEWS – Viralnya, penculikan terhadap seorang pengusaha beredar melalui media sosial.Isi dalam pesan tersebut penculik berjumlah kurang lebih 11 orang dengan membawa golok, pedang, clurit dan gobang.
Para pelaku kemudian masuk ke toko 17 grosir kain di Jalan Selompretan No.17 Surabaya.Diketahui pemilik toko itu bernama Aspin atau Gai Ping di pukul dan diseret lalu dimasukan ke dalam mobil.
Selanjutnya, didalam mobil Aspin dihajar hingga babak belur dan korban di mintai uang 2 milyard serta dipaksa tanda tangan surat pernyataan hutang piutang.Tidak hanya itu, pelaku juga merampas uang korban yang berada di atm sebesar Rp.20 juta.
Setelah kejadian itu salah satu anggota keluarga korban langsung melaporkan ke pihak Polda Jatim.Sementara itu, Viralnya pesan singkat melalui media sosial itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.
“Iya, pihak keluarga Aspin melaporkan kejadian itu. Namun ditubuh korban tidak terjadi penganiayaan dan hal itu dibuktikan dengan hasil visum dari rumah sakit,” Ujar Barung. Barung menambahkan, Saat ini kami melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. ” Korban serta 3 karyawannya dimintai keterangan,” Pungkasnya.
Perwira melati tiga dipundaknya itu memaparkan, Kami sudah membentuk tim untuk memburu para pelaku dan kasus ini telah ditangani langsung Subdit Jatanras Polda Jatim. Berdasarkan data yang diperoleh, keluarga korban yang melaporkan diketahui bernama David Harianto Lukito bertempat tinggal di jalan HR. Muhammad Ruko Golden Palace Blok E – 18 Surabaya. Hal itu sesuai laporan korban nomer LPB/336/IV/2019/UM/SPKT tertanggal 27 April 2019. Korban melaporkan atas tuduhan penculikan dan pemerasan.
Kronoligis Laporan itu sesuai dengan viralnya pesan penculikan melalui media sosial. Tim Bidik mencoba menelusuri rekam jejak kejadian penculukan yang saat ini viral di media sosial di Jalan Selompretan tepat di toko 17 saat ini tutup. Informasi yang dihimpun melalui tetangganya korbany penculikan saat ini berada diluar negeri.
“Pemilik Toko 17 saat ini berada di luar negeri, klau tidak salah di Singapura,” Cetus tetangga Aspin yang tidak mau disebutkan namanya. (Riz)











