GRESIK. Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua UPZ Baznas Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono, yang sekaligus Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik kepada masing-masing Lurah dan Kepala Desa, beberapa waktu lalu.
” Ketika warga masyarakat di anjurkan memakai masker, maka warga miskin di sekitar perusahaan kita beri masker dan kita beri paket sembako, dengan harapan warga miskin tetap bisa beraktifitas dengan aman serta bisa menyambung hidup beberapa hari,” jelas Yusuf.
Adapun bantuan diberikan kepada 1.662 Kepala Keluarga (KK) miskin yang berasal dari Desa Roomo (268 KK), Kelurahan Tlogopojok (284 KK), Lumpur (254 KK), Kroman (213 KK), Karangturi (207 KK), Karangpoh (108 KK), Sukorame (254 KK), dan Kelurahan Ngipik (74 KK).
Sembako yang dibagikan antara lain gula pasir 2 kg, minyak goreng 2 liter, kecap 1 botol, dan mie instan 5 bungkus, setiap paket senilai Rp95 ribu. Dengan demikian, total anggaran untuk bantuan bahan pangan ini mencapai Rp166 juta beserta biaya pendistribusian.
Masker yang dibagikan berjumlah 26.394 biji untuk 13.197 KK, dengan nilai bantuan sebesar Rp113,6 juta beserta biaya pendistribusian. Masker yang disalurkan berjenis kain katun tiga lapis, dan dijahit oleh penjahit lokal yang usahanya sepi akibat pandemi.
Sedangkan untuk pendistribusian, UPZ Baznas Petrokimia Gresik menggandeng tim dari staf desa dan kelurahan, seberta pengurus RT/RW setempat.
Lebih lanjut Yusuf menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik telah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga mengharuskan sejumlah kegiatan dibatasi termasuk juga aktivitas perekonomian. Banyak pelaku usaha mikro yang harus menutup usahanya sementara, dan beberapa juga tercatat menjadi keluarga miskin karena kepala keluarga kehilangan pekerjaan. Sehingga perekonomian daerah menjadi lesu dan masyarakat kecil sangat merasakan dampaknya. ( ali)








