BIDIK NEWS | SURABAYA – Ratusan guru bidang kesenian yang mewakili sekolah-sekolah di 38 Kabupaten/Kota se Jawa Timur menghadiri Rapat Temu Teknis Kegiatan “Pekan Cipta Seni Pelajar 2019”. Kegiatan yang digagas UPT Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian (LPPK) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim ini berlangsung di Gedung Cak Durasim Taman Budaya, Getengkali Surabaya, Kamis (14/2).
Sasaran dalam rapat ini adalah kegiatan lomba untuk generasi muda dan anak-anak. Sebagai hasil akhir menguji bagaimana pelatihan-pelatihan selama ini yang ada di daerah-daerah. Yang selanjutnya akan digelar 7 bidang lomba, antara lain bidang seni tari, seni musik tradisi, teater, paduan suara, lukis, poster dan patung, serta kasidah.
“Jadi nanti ada 2 kategori lomba, yaitu lomba untuk usia 7 – 12 tahun dan 13 – 17 tahun,” kata Kepala UPT LPPK Disbudpar Jatim, Efie Widjajanti, S.SOS, M.MPD saat memimpin langsung rapat tersebut.
Dijelaskan Efie, untuk pelaksanaannya, di dahului seleksi yang ada di daerah-daerah, baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab/Kota se Jatim. Juga ada seleksi dari cabang-cabang dinas yang berkaitan dengan siswa usia 13 -17 tahun.
“Harapan kami, ini sebagai salah satu uji seleksi yang ada di daerah masing-masing. Insha Allah, April mendatang akan kita lombakan dan ikut sertakan dalam festival musik tradisi oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya.
Selain festival musik tradisi, lanjut Efie, juga ada festival seni pertunjukkan parade koreografer muda se Indonesia 2019. “Jadi kegiatan Pekan Cipta Seni Pelajar ini sekaligus mengungkapkan seni budaya yang akan di gali oleh Kab/Kota agar bisa meraih prestasi di tingkat nasional,” tuturnya.
Sehingga, lanjutnya, hasil pelatihan yang sudah dilakukan oleh Kab/Kota kemudian dikirim ke tingkat Provinsi. Dan Provinsi akan memilih yang terbaik dengan peningkatan kreatifitasnya yang kemudian akan ditingkatkan lagi ke jenjang nasional maupun internasional.
“Nantinya peningkatan kegiatan Pekan Cipta Seni Pelajar 2019 ini akan kami gelar di kota Malang. Dimana masyarakat luas bisa melihat sekaligus mengapresiasi yang tentu saja di dukung oleh Pemerintah Kab/Kota se Jatim,” ujar Efie.
Sehingga kata Efie lagi, kegiatan ini dapat menumbuhkan siswa-siswa atau generasi muda yang memahami dan mencintai seni budaya yg ada di Jatim. Seberapakah kemampuan sumber daya manusia di bidang keseniaan yang ada di Kab/Kota se Jatim.
“Harapan kami kegiatan ini bisa terus berlangsung bersinergi dengan Kab/Kota dan dilaksanakan secara berkesinambungan,” pungkas Efie. (hari)











