GRESIK | Korps Adhyaksa Gresik kembali diuji, setelah praperadilan Sekda Gresik tidak diterima oleh PN Gresik dengan pertimbangan hukum tersangka dianggap melarikan diri. Anehnya, setelah putusan praperadilan, Sekda Gresik sudah mulai ngantor bahkan datang memenuhi panggilan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik untuk dilakukan pemeriksaan, akan tetapi Kejaksaan tidak melakukan penangkapan maupun penahanan.
Kai ini, tersangka Sekda Gresik, Andhy Hendro Wijaya kembali mengajukan praperadilan yang kedua atas penetapan tersangka kasus pemotongan jasa insentif pegawai di BPPKAD Gresik.
Permohonan praperadilan kedua ini dilakukan oleh tersangka setelah yang pertama tidak dikabulkan oleh hakim tunggal Rina Indrajanti. Kuasa hukum tersangka kali ini dipercayakan pada kantor hukum Syaiful Ma’arif yang beralamat di Jl.Juwingan No.120 Surabaya.
” Hari ini pendaftaran permohonan praperadilan atas nama Sekda Gresik, Andhy Hendro Wijaya didaftarkan di PN Gresik dengan register No.04/Pidpra/2019/PNGSK,” tegas Humas PN Gresik Herdiyanto Sutantyo saat dihubungi via WA.
Masih menurut Herdiyanto, permohonan praperadilan sama seperti pada praperadilan yang pertama untuk menguji surat penetapan tersangka oleh kejaksaan negeri Gresik, No. PRINT-02/M.527/Fd/10/2019 tanggal 21 Oktober 2019.
“Ketua PN Gresik sudah menetapkan hakim tunggal yang akan menyidangkan perkara praperadilan ini. Hakim Fitra Dewi Nasution SH.MH, yang ditunjuk untuk memimpin permohonan praperadilan yang kedua dengan pemohon Sekda Gresik,” terangnya.
Ditambahakannya, saat ini hakim yang ditunjuk masih meneliti berkas permohonan sambil menentukan jadwal awal sidang. (him)











