GRESIK | bidik.news – Perjalanan selama satu dekade Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) dalam mencetak generasi handal yang bisa bersaing dalam perkembangan dan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri tidaklah sia-sia.
UISI yang melaju pesat, berada ddi posisi 153 dari 2200 perguruan tinggi di indonesia baik negeri maupun swasta
Rektor UISI Prof. Herman Sasongko mengatakan kemajuan UISI tidak lepas dari peran mahasiswa dan masyarakat.
“Masa depan mahasiswa sudah terprogram, yang terpenting peran UISI di masyarakat, disitu ada peran pemerintah, industri dan pengusaha sehingga tercipta penthahelix perlu adanya kerjasama kemitraan. Dan kita akan mengadakan forum silaturahmi kemitraan antar masyarakat, secara berkelanjutan” ujar rektor UISI Prof, Herman Sasongko di sela-sela acara sidang Senat dan Dies Natalies ke-10 UISI di Hotel Horizon GKB (20/7)
“ UISI menjadi salah satu pergurun tinggi yang ungggul dikarenakan 40 % lulusan dari UISI telah tersertifikasi keahihan di berbagai bidang. Baik dalam negeri dan luar negeri. Ini yang membuat UISI akan mendongkrak perolehan mahasiswa di tahun ini. Karena pengakuan secara nasional bagi lulusan dalam mendapatkan pekerjaan adalah sertifikasi” imbuhnya.
Melihat pertumbuhan ekonomi di masa depan, Pemkab Gresik tengah menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Gresik. Salah satunya adalah Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Ini menjadi upaya dalam menggerakkan SDM muda progresif dan kreatif yang ada di Gresik.
“Dengan berbagai inovasi dan cara yang sudah kita bangun, maka kolaborasi pemerintah dengan UISI ini harus benar-benar mampu menjawab tantangan kedepan. Yaitu melihat potensi yang ada di Kabupaten Gresik, yang semakin tahun semakin luar biasa, terutama ekonomi.” ujar bupati saat menghadiri sidang senat terbuka dan gathering mitra 1 dekade.
Lebih lanjut dikatakan, beberapa waktu lalu menerima undangan kerjasama dengan Kota Zhanjiang, Guangdong, China. Tepatnya, undangan ini diberikan oleh Dubes Indonesia yang berada di sana.
Kerjasama ini nantinya akan berfokus dalam pengembangan potensi industri daerah masing-masing. Kota Zhanjiang memiliki kondisi geografis yang mirip dengan Gresik. Sebagai contoh lokasinya yang sama-sama berada di daerah pesisir.
“Saya sampaikan, Gresik merupakan pintu gerbang perdagangan yang akan menjadi sorotan internasional. Sehingga PR kita bagaimana pemerintah dapat menyajikan industri yang smart dan terintegrasi dengan berbagai macam potensi tanpa merubah kultur budaya. Seperti Gresik kota santri yang mana potret ini yang harus kita jaga.” katanya di depan rektor, mitra, dan jajaran UISI. ( ali)











