BIDIK NEWS | SURABAYA – Di usia yang ke-8 tahun, Profira Aesthetic & Anti Aging Clinic melaunching treatment terbarunya, yakni ‘Profira White Laser’. Treatment ini diyakini mampu mencerahkan wajah secara menyeluruh, mengatasi problem flek, pigmentasi, meiasma, problem vaskular kulit (telangiektasis), bulky lesions, keratosis seboroik, hingga total rejuvenation.
Hadir sebagai narasumber dalam launching tersebut, yakni dr. Lim Ting Song (Malasyia), dr. Lince Haryanti, Dipl.AAAM dan dr. Maria Rosana. Serta dihadiri puluhan pelanggan setia Profira Aesthetic & Anti Aging Clinic.
Dijelaskan dr. Lince Haryanti, solusi dari berbagai permasalahan ini bisa didapatkan berkat teknologi multiwavelength laser (578nm yellow & 511nm green). Dipadukan dengan teknologi Fast Edge Micropulse (FEM), yang menyalurkan 22.000 tembakan per detik dengan energi yang optimal.
Laser ini dapat menekan jumlah VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) untuk mengurangi PIH (Post lnflamatory Hyperpigmentation/Hiperpigmentasi Pasca inflamasi) dan tanpa merusak jaringan kulit di sekitar target.
“Teknologi terbaru dan tercanggih ini menjadikan laser sebagai ‘deep- effective gentle’ treatment. Pasien juga tidak perlu khawatir,bkarena selama treatment tidak akan ada rasa sakit,” ujar dr. Lince Haryanti saat Infinite beauty by Profira Live demo “Profira White Laser”, Jumat (30/11).
Selain itu, lanjutnya, setelah selesai, juga tidak akan ada efek samping, dan tidak seperti treatment laser yang lain. “Profira White Laser tidak menimbulkan bekas apapun setelah treatment dan cocok untuk semua jenis kulit,” tukasnya.
Sementara dr. Lim Ting Song menambahkan, perawatan yang cocok untuk wanita asia ini tidak ada efek samping seperti bintik-bintik atau lainnya. “Perawatan ini sebaiknya dilakukan dalam 2 Minggu sekali untuk mendapat hasil yang maksimal. Tetapi semua melihat dari jenis kulitnya, karena setiap orang berbeda-beda jenis kulitnya,” ujarnya.
Jika tidak ada pantangan khusus, katanya, setelah perawatan bisa melakukan aktivitas seperti sehari-hari dan tetap bisa makan sesuai pola hidup sehat,” pungkas dr. Lim Ting Song. (hari)









