BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Nyawa Lurah Penataban, Kecamatan Giri hampir melayang akibat percobaan pembunuhan.
Kasus ini terbongkar saat Lurah Penataban berinisial SW kedapatan mengapung di sungai di Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo. SW ditemukan warga dengan tangan dan kakinya dalam keadaan terikat tali plastik.
Kapolres Banyuwangi, AKBP. Donny Adityawarman mengatakan, pada hari Selasa (31/07) sekitar jam 12.00 Wib, korban di jemput di kantor Kelurahan Penataban oleh tersangka AS, warga Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar, dengan menggunakan mobil Hyundai warna silver.
“Tersangka menjemput korban mau diajak ke Pondok Pesantren Blokagung Kecamatan Tegalsari untuk menemui Gus Makki,” kata AKBP. Donny.
Menurut Kapolres, tersangka AS waktu itu membawa korban meluncur ke arah selatan, tapi tidak langsung menuju ke Ponpes Blokagung, melainkan di ajak keliling sampai ke Gunung Gumitir, lalu balik lagi menuju wilayah Kecamatan Genteng.
Selanjutnya, mereka jalan lagi menyusuri jalan sampai di Kecamatan Tegaldlimo, dalam perjalanan menuju Ponpes Blokagung saat melewati sungai Desa Kebondalem, korban mulai di ancam dan di pukul pakai palu dan pistol mainan, setelah itu tangan dan kaki korban di ikat lalu di lempar ke sungai.
“Barang-barang milik korban yang di bawa tersangka AS, diantaranya sebuah tas berisi dokumen, identitas pribadi, uang tunai sebesar 60 juta, dan dua buah Hand Phone saat ini kami amankan sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara, korban SW tampak shock berat hingga tidak sanggup mengeluarkan sepatah katapun setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres banyuwangi, Rabu (01/08).
SW yang didampingi stafnya, mengenakan baju putih, badannya tampak lemas, dan wajahnya tampak lebam, seperti habis menangis usai di periksa di ruang Pidana Ekonomi (Pidek) Polres Banyuwangi.
Meski di cerca pertanyaan oleh awak media, SW hanya diam membisu serta menutupi wajah hingga masuk mobilnya.(swr)











