JEMBER – Musim panen raya tidak hanya di tunggu oleh para pemilik sawah dan pedagang, para emak-emak bahkan nenek-nenek yang ada di Desa sangat berharap panen segera tiba dan mereka bisa mengais rezeki dari sisa-sisa dan belas ikhsan pemilik lahan.
Seperti apa yang dilihat oleh wartawan Bidik,di Dusun Tanjungsari Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan Jember,para emak-emak yang hidupnya serba kekurangan ini begitu bersemangat walaupun harus berada di tengah terik matahari.
Banyak diantara Ibu-Ibu ini tertunduk malu saat lensa camera wartawan Bidik mengambil foto tatkala mereka sedang melakukan aktifitasnya.
Maniti Warga Dusun Tanjungsari Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan Jember adalah salah satu warga yang sering memanfaatkan waktu datanya panen raya.
“Alhamdulillah adanya panen raya saat ini begitu membuat kami sebagai orang kecil ini senang,walaupun kami hanya Ngasak atau mencari sisa dan belas ikhsan dari pemilik sawah Alhamdulillah kami cukup bahagia,” tuturnya.
Ditanya kira-kira berapa kilo bisa di dapat dalam satu hari ?. Dengan tersenyum malu menjawab ” Alhamdulillah dari beberapa tempat kami mengasak(mencari sisa) bisa dapat 5 kilo hingga 7 kilo satu hari.jlentrehnya.
Berapa orang yang yang juga sempat wartawan Bidik temui menyampaikan “Alhamdulillah mas, kami yang sudah sepuh-sepuh ini masih bisa cari rejeki dengan belas ikhsan pemilik lahan untuk kami ngasak, tampa kepedulian para pemilik lahan kami pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ungkapnya.
Kehadiran para tukang Ngasak ini kadan membuat risih sebagian pemilik sawah,namun masih ada saja mereka para pemilik sawah yang peduli. Para Ibu-ibu yang tidak hanya datang dari satu desa ini sanggup berpanas panasan hanya mencari sisa dari penggilingan padi yang dilakukan langsung di sawah.
Tampa mengenal lelah mereka bekerja keras dari pagi hingga sore hari hanya semata ingin dapur tetap berasap dan anak-anak tetap bisa makan. (Monas)











