SURABAYA | bidik.news – Tim Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) turut berpartisipasi memberikan edukasi pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan, kepada para siswa dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di Surabaya, di acara Final Kompetisi Dokter Kecil yang digelar RS PHC Surabaya di Grand City Mall, Surabaya.
Kompetisi yang diikuti 25 Sekolah Dasar di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik ini, melibatkan kurang lebih 250 siswa – siswi kelas 4 – kelas 6.
Menampilkan skenario dengan kondisi korban kecelakaan yang mengalami cedera patah tulang di area lengan dengan luka terbuka, serta korban tidak sadarkan diri dengan pendarahan di kaki, Tim P3K TPS mengajak beberapa dokter kecil ikut dalam simulasi.
Dokter kecil yang terlibat dalam simulasi diajarkan tentang cara mengendalikan situasi darurat dan memberikan pertolongan pertama pada korban hingga proses evakuasi korban untuk dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat guna penanganan lebih lanjut.
Pembelajaran dengan metode simulasi ini tidak hanya menarik perhatian para finalis lomba dokter kecil, namun juga lebih efektif dan interaktif karena para peserta kompetisi berkesempatan menyaksikan dan bahkan terlibat secara langsung.
Para peserta tampak antusias saat menyaksikan simulasi yang diperagakan tim P3K TPS. Diharapkan, keterlibatan aktif para peserta kompetisi tidak hanya meningkatkan pengetahuan tentang penanganan darurat, tetapi juga membentuk mindset tanggap dan siap tindak.
Kehadiran tim P3K TPS dalam memperagakan simulasi tersebut tidak saja memberikan pengalaman yang berharga, tetapi juga memupuk kesadaran akan pentingnya pengetahuan dan keterampilan dalam situasi darurat.
“Kegiatan ini lebih dari sekadar simulasi, namun langkah konkrit untuk memupuk kesadaran masyarakat dari anggota masyarakat sejak usia dini akan pentingnya persiapan menghadapi keadaan darurat, yang sejalan dengan komitmen perusahaan menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh” ujar Erika A. Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS, Sabtu (24/2/2024).
Naysa Novenia Sung, salah seorang siswa di SDK Petra 13 Surabaya, salah satu finalis kompetisi dokcil mengaku senang ikut serta dalam kompetisi ini terlebih lagi ditunjuk sebagai salah satu relawan yang ikut dalam simulasi oleh tim P3K TPS.
“Saya belajar banyak tentang cara memberikan pertolongan pertama pada teman yang terluka, dan juga pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Sekarang saya merasa lebih siap dan percaya diri untuk membantu jika ada kejadian di sekitar saya.” katanya.
Direktur Utama PT Pelindo Husada Citra (PHC), dr. Henny Veirawati menyampaikan terima kasih dan appresiasi kepada TPS yang telah memberikan simulasi P3K dengan melibatkan peserta Dokter Kecil untuk diajarkan bagaimana memberikan pertolongan pertama jika ada yang mengalami kecelakaan di lingkungan sekitar.
“Simulasi P3K pada acara Final Kompetisi DokCil menjadi bagian dari komitmen dan upaya TPS untuk terus mengkampanyekan aspek keselamatan, tidak hanya di lingkungan kerja namun juga dilingkungan masyarakat luas,” ujar Erika.
TPS yang merupakan anak perusahaan dari Sub Holding Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG). Melalui dukungan dalam kompesiti Dokter Cilik, TPS berharap dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan anak-anak Indonesia, terutama dalam menjaga kesehatan mereka serta membangun dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat sebagai dukungan nyata terhadap pelaksanaan misi ESG secara lebih luas.
Tim P3K yang tampil dalam simulasi merupakan Tim yang berhasil meraih juara I dalam Lomba P3K yang digelar Pelindo Regional 3 dalam rangka peringatan bulan K3. Prestasi lain yang diraih TPS dalam rangkaian peringatan bulan K3 adalah juara 2 pada kompetisi Inovasi K3 Perusahaan yang digelar Dewan K3 Jatim.
Beberapa kegiatan lain yang dilaksanakan TPS di bulan K3 antara lain, Pembagian Helm dan Rompi Safety kepada pengemudi truck yang melakukan kegiatan di area TPS, Pembagian Nasi Kotak dan Potong Rambut Gratis untuk Sopir Truk yang bertugas di area kerja TPS serta Lomba Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang melibatkan Pekerja TPS.
Erika mengatakan, K3 merupakan aspek penting yang harus menjadi fokus utama setiap individu di manapun berada, baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan kerja.
“Manajemen TPS berkomitmen mengutamakan keselamatan kerja, memperkuat implementasi budaya K3 dari waktu ke waktu sebagai komitmen mempertahankan zero accident pada setiap lini bisnis,” tutup Erika.










