SURABAYA – Indosat Ooredoo (“Perseroan”) memaparkan laporan keuangan tahunan perusahaan per 31 Desember 2020. President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama mengatakan, meski menghadapi tantangan pandemi Covid-19 dan kompetisi harga dari operator lain. Indosat Ooredoo terus menjalankan strategi 3 tahun Perusahaan serta mampu menjaga momentum pertumbuhan.
“Kami mengapresiasi atas dukungan dari para pelanggan yang telah memotivasi kami untuk terus berinvestasi dalam pengembangan jaringan 4G serta menghadirkan penawaran digital baru yang inovatif guna memastikan bahwa pelanggan dapat merasakan pengalaman seluler terbaik. Pertumbuhan ini memungkinkan perusahaan membukukan pertumbuhan pendapatan seluler di atas rata-rata pasar serta peningkatan market share signifikan,” katanya, Jumat (19/2/2021).
Indosat Ooredoo telah mencatatkan kinerja usaha tahunan yang kokoh per 31 Desember 2020, dimana total pendapatan tumbuh 6.9% (YoY) menjadi Rp 27,9 triliun dan pendapatan seluler tumbuh 11,6% (YoY) menjadi Rp 23,1 triliun.
EBITDA tumbuh 16% YoY mencapai Rp 11,4 triliun, akibat pertumbuhan pendapatan yang baik serta fokus perusahaan atas efisiensi operasional. Marjin EBITDA tercatat 40.9%, tumbuh 3.2 bps dibanding 2019.
Jumlah pelanggan seluler tumbuh 1.7% YoY menjadi 60,3 juta pelangan per akhir 2020 serta pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) meningkat menjadi Rp 31,9 ribu dari sebelumnya Rp 27,9 ribu, didorong oleh peningkatan trafik data yang signifikan 52.8% YoY.
Indosat Ooredoo juga membukukan kinerja operasional yang kuat dengan meningkatkan pengalaman video sebanyak 55,8% YoY, meningkatkan kecepatan 4G hingga 2 kali lipat, dan secara signifikan meningkatkan kecepatan unggah kami sebanyak 88,4% YoY.
Selama tahun 2020, Indosat Ooredoo berhasil menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan digital global seperti Facebook, Google, Cisco, dan Ericsson untuk menghadirkan teknologi terkini yang dapat mempercepat digitalisasi pengalaman pelanggan serta meningkatkan jaringan internet di Indonesia.
“Kami terus memperkenalkan produk baru yang inovatif untuk membantu pelanggan tetap terhubung dan mendukung pelaku usaha serta institusi pendidikan agar tetap beroperasi selama pandemi. Melalui IM3 Ooredoo, kami meluncurkan paket bisnis IMPreneur terbaru yang dirancang khusus untuk UKM. Melalui Indosat Ooredoo Business, kami baru-baru ini memperkenalkan solusi “iDo Voice” yang terdiri dari tiga layanan suara baru untuk pelanggan korporat,” ujarnya.
“Kami yakin momentum pertumbuhan ini akan berlanjut di 2021. Namun, karena ketidakpastian pemulihan ekonomi dari pandemi, dengan penuh pertimbangan, kami optimis mencapai pertumbuhan pendapatan sesuai industri, marjin EBITDA di kisaran batas bawah level 40%, serta belanja modal di kisaran Rp 8 triliun,” pungkas Ahmad Al-Neama.











