SURABAYA | BIDIK – Tahun 2017 lalu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan PLN Disjatim cukup nenggembirakan. Hal ini dibuktikan dalam dokumen survei tingkat kepuasan masyarakat sepanjang 2017.
“Dibanding 2016, tahun 2017, kepuasan masyarakat semakin meningkat terhadap pelayanan PLN, khususnya PLN Disjatim. Merujuk data dalam buku survei tersebut, tingkat kepuasan masyarakat sepanjang 2017 sebanyak 77,8 persen,” ungkap Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Disjatim, Pinto Raharjo pekan lalu.
Ditambahkan Pinto, dalam dokumen tebal berlabel ‘Laporan Pekerjaan Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) PT. PLN (Persero) Disjatim 2017’ tertulis tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan PLN Disjatim meningkat dibanding 2016 lalu yang hanya 76,9 persen.
Secara umum, lanjutnya, survei yang diambil dari responden seluruh Jatim menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan dalam layanan pascabayar juga mengalami peningkatan. Catatan responden yang diambil rentang 2015-2016 itu, secara umum menyimpulkan adanya kenaikan signifikan pada tingkat kepuasan pelanggan.
“Jadi, sesuai parameter laporan survei kepuasan masyarakat itu, pelayanan PLN Jatim relatif naik dan membaik,” tandas Pinto.
Bukan hanya itu saja. Dalam laporan yang sudah terbuku itu juga tertulis kesimpulan, kelompok pelanggan industri memiliki tingkat kepuasan paling tinggi dibanding kelompok pelanggan lain. Hanya saja, dalam survei tersebut, kelompok pelanggan pemerintah tercatat memiliki tingkat kepuasan paling rendah daripada kelompok pelanggan lain.
“Tapi, mengacu dari survei 2017 ini, ke depan kami terus melakukan yang terbaik untuk melayani masyarakat dalam hal energi kelistrikan yang bermanfaat dan menerangi,” harapnya.
Sementara itu, data survei kepuasan masyarakat yang tertuang dalam laporan pekerjaan 2017, menyimpulkan secara umum pelanggan tidak pernah berpaling dari pelayanan PLN Disjatim selaku penyedia listrik di Jatim.
Tingkat loyalitas pelanggan yang memilih PLN Disjatim sebagai penyedia jasa kelistrikan itu tercatat mencapai 43,8 persen. Sedangkan, yang memilih penyedia listrik lain, hanya berada di kisaran 4,3 persen. Dan yang memilih tidak tahu, antara berganti penyedia listrik lain atau tetap memilih PLN Disjatim sebagai penyedia jasa kelistrikan sebanyak 51,9 persen.
“Kami dari PLN Disjatim sudah menjawab keraguan tentang pelayanan masyarakat terhadap PLN. Ini terbukti, dari survei kepuasan masyarakat 2017, bahwa pelayanan PLN Disjatim semakin membaik dan memberi rasa puas pada masyarakat,” pungkas Pinto. (hari)







