BANYUWANGI | bidik.news – Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta) terus menggenjot produksi pangan guna mendukung terwujudnya swasembada pangan.
Usai menggerakkan tanam jagung serentak oleh Bupati Banyuwangi Kapolresta, dan Dandim 0825 pada Selasa (21/1/2024) kemarin, Disperta bersama Kodim 0825 dan Kelompok Tani Gepuro Tani melaksanakan gerakan tanam padi di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Rabu (22/1/2025).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam upaya mendukung produksi demi terwujudnya swasembada pangan nasional.
Gerakan tanam padi ini, dihadiri Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol Arh. Joko Sukoyo, camat, kapolsek, kepala desa, dan instansi terkait.
Plt. Kepala Disperta Banyuwangi, Ilham Juanda mengatakan, gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Banyuwangi, khususnya pada komoditas padi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Selain itu, kata Ilham, inisiatif ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian sebagai pondasi ekonomi lokal dan nasional.
“Target luas tanam padi yang diberikan kepada Banyuwangi tahun 2025 yaitu 121.152 hektar. Target luas tanam padi Banyuwangi bertambah atau meningkat sebesar 1.502 hektar dibandingkan tahun 2024 yaitu seluas 119.,651 hektar,” ujar Ilham.
Dia berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan hasil berupa peningkatan panen, tetap juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk terus mengembangkan inovasi dalam bercocok tanam.
Menurutnya, upaya peningkatan produksi padi menuju swasembada pangan di Jawa khususnya Banyuwangi tidak bisa lagi dengan cara perluasan lahan sawah atau ekstensifikasi lahan, akan tetapi dengan metode intensifikasi yaitu penggunaan benih padi berumur pendek 75 hari panen, teknologi alat mesin pertanian modern seperti mesin penanam padi, dan pemanfaatan lahan secara optimal sehingga dalam 1 tahun dapat tanam padi 4 kali.
Tanam padi 4 kali setahun atau disebut teknik IP400 dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil panen dan menjawab tantangan perubahan iklim.
“Semoga semangat sinergi, kolaborasi dan kebersamaan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus mendukung program ketahanan pangan,” harapnya.
Ilham menambahkan, dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan institusi lainnya, pihaknya percaya bahwa Indonesia mampu mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Jika kemarin Bupati Banyuwangi bersama Kapolresta melakukan gerakan tanam jagung serentak, maka hari ini kami mewakili Bupati Banyuwangi bersama Dandim 0825 melakukan gerakan tanam padi, sehingga produksi pangan kita baik padi maupun jagung dapat meningkat dan mendukung terwujudnya swasembada pangan,” ungkapnya.
“Mari bersama-sama kita dukung petani sebagai pahlawan pangan negeri ini. Setiap butir padi adalah hasil kerja keras mereka demi mewujudkan masa depan yang lebih baik,” pungkas Ilham.(nng)











