BIDIK NEWS | SURABAYA – Penyerang legendaris Real Madrid dan Spanyol, Fernando Morientes menganggap ketidak hadiran Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di El Clasico jilid pertama malam ini, Minggu (28/10) tidak akan mengurangi gairah pertandingan.
Ronaldo di awal musim ini hengkang ke Juventus, sementara Messi harus absen dibekap cedera lengan. “Saya mengerti semua orang ingin melihat Ronaldo dan Messi di El Clasico, tetapi Real Madrid dan Barcelona lebih dari mereka berdua,” ungkapnya kepada media di TS Suites Hotel Surabaya.
Pemain yang akrab disapa El Moro ini menilai, kedua tim masih memiliki banyak pemain bintang yang mampu mengubah jalannya permainan. “Kita tahu, dua tim ini memiliki karakter yang berbeda dan memiliki bintang-bintang seperti Bale, Modric dan Benzema di Real Madrid, mereka semua kandidat peraih bola emas atau Ballon D’or,” jelasnya.
Sedangkan di Barcelona, lanjutnya, ada Coutinho dan Dembele. Mereka semua punya kemampuan untuk berada di level Ronaldo dan juga Messi. El Clasico lebih dari itu dan saya rasa pertandingan malam ini akan menarik.
Selain itu, Moro meyakini mantan timnya bisa membuktikan kelasnya meski saat ini mengalami paceklik kemenangan di kompetisi domestik. Dalam 4 laga terakhir di La Liga, El Real hanya sanggup mengemas 1 poin.
“Tentu saja saya masih berfikir Real Madrid akan bisa menang, karena selama bertahun-tahun ini Madrid telah menunjukkan kepada kita, kalau mereka selalu bisa melakukan kejutan atau bisa memenangkan pertandingan,” imbuhnya.
Walaupun Madrid belum pada momennya saat ini, tetapi untuk menjawab kritikan dan keraguan paling tepat adalah ketika menghadapi Barcelona. “Kalau bisa menang syukur dan saya yakin malam ini mereka juga pasti bisa,” pungkasnya.
Fernando Morientes memulai debut profesionalnya di klub La Liga, Albacete (1993-1995), Real Zaragoza (1995-1997), Real Madrid (1997-2005), AS Monaco (2004, berstatus pinjaman), Liverpool (2005-2006), Valencia (2006-2009) dan Marsielle (2010).
Di timnas, Morientes dipercaya membela negaranya sejak di Timnas Spanyol U-18, kemudian Spanyol U-20, Spanyol U-21 hingga Timnas senior yang memiliki pengalaman bertanding 47 kali dengan 27 gol.
Usai memutuskan gantung sepatu pada 2010, pemilik 182 caps di Real Madrid dengan 72 gol tersebut memiliki niat untuk melatih dan mengikuti kursus kepelatihan, lalu menjadi pelatih di akademi Real Madrid (kelompok umur). (hari)







