Teks foto: Para petani gogol gilir memasang spanduk pengumuman bahwa tanahnya masih menjadi miliknya, bukan milik PT. (Ist)
SIDOARJO – Merasa tidak puas pertemuan dengan kepala desa setempat karena tidak ada titik temu beberapa waktu lalu.
Kini petani gogol gilir Dusun Kaweden Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin melanjutkan aksinya dengan memasang spanduk di tengah sawah mereka pada Selasa (25/5/2021).
Hal ini membuktikan bahwa petani gogol gilir yang tergabung dalam Group Kelompok Tani Blok Wetan ini memang benar-benar tidak akan menjualnya ke pengembang atas nama PT Pilar Bangun Kencana (PBK) yang selama ini masih bergerilya di Desa Kedensari dan diduga sudah sudah menjalin ‘komitmen’ dengan sekdes (carik) dan Kades.
Bahkan pengembang sudah berani memasarkan dan menawarkan ke user dengan menyebar brosur dan membuka kantor pemasaran di dekat lahan petani tersebut. Padahal belum ada kesepakatan harga, apalagi melakukan akte jual beli dengan petani.
Ketua Kelompok Tani Wilujeng Dusun Kaweden Desa Kedensari, Kartono menyayangkan, pihak pengembang PT PBK sudah berani membuka kantor pemasaran di dekat lahan petani dan menyebarkan brosur perumahan kepada calon pembeli.
Kartono melanjutkan, para petani gogol gilir sebanyak 60 orang ini juga tidak mau kalah, beberapa hari lalu pasca pertemuan dengan kades, petani memasang spanduk pengumuman di tengah sawah bahwa pihaknya merasa belum pernah menjualnya ke pengembang tersebut.
Adapun bunyi spanduknya, ‘Tanah sawah blok wetan dusun kaweden desa Kedensari masih hak miliknya petani gogol, bukan hak miliknya pengembang atau PT’. Tertanda group kelompok tani blok wetan’.
“Aksi ini sengaja kami lakukan agar pengembang tidak mengklaim bahwa tanah sudah dikuasai sehingga bisa memasarkan ke calon pembeli (user, red). Padahal tanah tersebut masih menjadi hak miliknya petani. Hanya empat petani saja yang sudah dikasih uang tanda jadi. Selain itu, agar calon pembeli perumahan tidak tertipu, kasihan kalau user sudah ngasih uang muka ke pengembang, sedangkan pembebasan lahannya belum beres,” ujar Kartono didampingi Ambyah, Jumat, (28/5/2021).
Sementara direktur PT PBK, Suhari saat di konfirmasi bidik.news, melalui pesan WA terkait aktivitas kantornya yang berada di dekat lahan petani yang sudah memasarkan dan promosi perumahannya, ia mengaku kalau sudah ada kesepakatan dengan petani. “Kan sudah ada kesepakatan, ” jawabnya melalui pesan WA singkat, Rabu (26/5/2921).
Seperti diberitakan bidik.news, puluhan petani gogol gilir Desa Kedensari geruduk kantor desa setempat karena diduga ada oknum perangkat dan kades diduga bermain mata dengan pengembang tanpa melibatkan petani.
“Karena pak Kades tidak transparan, makanya kami datang ke kantor desa untuk klarifikasi,” pungkas Kartono.











