SURABAYA | bidik.news – Riuh musik, aroma kopi, dan semangat kreatif anak muda menyatu dalam Synchroma Fest 2026 yang digelar mahasiswa semester 5 Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) di Marvel City Mall Surabaya, Kamis (9/1/2026).
Festival ini menjadi bukti bahwa ruang publik dapat disulap menjadi panggung kolaborasi antara edukasi, industri kreatif, dan hiburan. Bukan sekadar festival, Synchroma Fest 2026 merupakan luaran praktik mata kuliah Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Melalui konsep event berbasis pengalaman, mahasiswa ditantang mengelola kegiatan berskala besar secara profesional mulai dari perencanaan, produksi, hingga eksekusi di lapangan. Acara ini dirancang sebagai laboratorium terbuka, tempat mahasiswa mempraktikkan langsung manajemen event.
Kolaborasi dilakukan dengan musisi lokal Surabaya serta pelaku UMKM kopi, menghadirkan rangkaian aktivitas yang memadukan pertunjukan musik, tenant kopi pilihan, hingga ruang interaksi publik yang mengangkat budaya ngopi sebagai bagian dari ekosistem industri kreatif.
Ketua pelaksana Synchroma Fest 2026, Anjas Bagus Setiawan menyampaikan, kegiatan ini menjadi ajang pembuktian kemampuan mahasiswa dalam bekerja secara kolektif dan profesional. Menurutnya, tantangan di lapangan justru menjadi proses pembelajaran utama dalam mengelola event yang melibatkan banyak pihak.
“Synchroma Fest ini bukan hanya soal tampilannya, tapi bagaimana kami belajar mengatur tim, berkoordinasi dengan tenant, musisi, hingga pengelola mal. Ini simulasi nyata dunia industri,” ujarnya.
Dosen mata kuliah MICE, Citra Rani Angga Riswari, S.Sos., M.Med.Kom juga menilai, Synchroma Fest efektif melatih mahasiswa mengasah kemampuan perencanaan, komunikasi, koordinasi lintas pihak, hingga problem solving kompetensi yang krusial di industri event dan komunikasi.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung menghadapi dinamika lapangan. Ini bekal penting sebelum mereka terjun ke dunia profesional,” jelasnya.
Sisi edukasi menjadi pembeda utama Synchroma Fest 2026. Seminar kopi menghadirkan Samuel Karundeng, Direktur PT Sulotco Jaya Abadi (2009-sekarang), yang mengulas potensi besar kopi Nusantara. Mulai dari Arabika, Robusta, hingga kopi Flores, ia menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan, pendampingan petani, serta proses pascapanen dalam menentukan kualitas rasa dan aroma kopi.
Paparan tersebut membuka wawasan peserta tentang rantai industri kopi dari hulu ke hilir, sekaligus tantangan persaingan di pasar kopi nasional dan global yang semakin kompetitif.
Antusiasme pengunjung memuncak dalam Manual Brew Competition. Kompetisi ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Jatim, seperti Surabaya, Nganjuk, Ngawi, hingga Madura. Mereka menampilkan teknik seduh manual terbaik dengan karakter racikan masing-masing.
Dari hasil penilaian juri, Mochamad Arga Firmanda keluar sebagai juara 1, disusul Iwan di posisi kedua dan Shiratul Muttakin juara 3.
Menjelang malam, panggung musik menjadi penutup yang energik. Deretan band lokal Surabaya seperti SKOLHEIM, TAXMAN, BLASSS, THE MARSOEDI x Rizka Nadiyah, hingga Dandelions sukses mengguncang area pusat perbelanjaan dan menarik perhatian pengunjung mal.
Lebih dari sekadar hiburan, Synchroma Fest 2026 menegaskan kesiapan mahasiswa Fikom Unitomo menghadapi industri kreatif. Dengan bekal manajemen event, jejaring komunitas, serta pemahaman bisnis kopi, festival ini menjadi cerminan generasi muda yang adaptif, kolaboratif, dan siap bersaing di dunia profesional.












