Starbucks menjelaskan kepada The Verge, bahwa ia masih akan menjalankan iklan di YouTube, dan masih akan menulis posting media sosial berupa promosi tidak berbayar. Sebagian besar perusahaan lain memboikot jejaring sosial menahan iklan untuk bulan Juli nanti.
Starbucks menambah daftar merek-merek besar yang menarik iklan mereka (sebagian besar dari Facebook) terkait ujaran kebencian, termasuk Coca-Cola, Honda, Hershey dan perusahaan induk Engadget Verizon. Facebook mengatakan tidak akan melakukan perubahan kebijakan dalam menanggapi tekanan keuangan. Tetapi meskipun demikian mengatakan itu akan memperhatikan secara khusus posting politisi ketika mereka melanggar aturan.
Starbucks tidak berkomitmen sedalam beberapa rekannya. Tidak seperti merek lain, perusahaan ini belum bergabung dengan kampanye “Stop Hate for Profit” yang berfokus pada Facebook yang dijalankan oleh Anti-Defamation League dan NAACP.










