PACITAN | bidik.news – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) laksanakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pelatihan pembuatan tahu tuna dan penyerahan bantuan 20 buah stand portable kepada anggota perempuan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ulam Sari yang tersebar di sekitar Kab. Pacitan.
Kehadiran para karyawati PLN yang mengenakan dresscode khas warna merah muda ini sekaligus mendukung Program Srikandi Movement – Woman Support Woman. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian PLN terhadap pemberdayaan wanita dan pengembangan UMKM bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja PLN seantero nusantara.
Sejumlah 30 orang peserta yang semuanya adalah perempuan dengan profesi sebagai pedagang makanan di sekitar Pantai Teleng Ria dan seputaran kota Pacitan nampak sangat antusias mengikuti tahap demi tahap pelatihan. Mulai dari praktik cara melakukan fillet ikan tuna, mencampur bumbu dan adonan, proses pengisian adonan ke tahu hingga tahap akhir yaitu menggoreng dan packing hasil produksi.
Dengan kekayaan bahan baku ikan tuna yang melimpah, menawarkan peluang besar bagi pengembangan produk olahan ikan tuna. Dalam usaha untuk meningkatkan kemandirian dan keberlangsungan ekonomi masyarakat, inisiatif ini untuk mendukung para pengusaha kecil dan menengah dalam mengoptimalkan potensi lokal, sekaligus memperluas pasar produk olahan mereka.
Agenda ini secara langsung juga didukung oleh Dinas Perikanan Kab. Pacitan dengan hadirnya Kepala Dinas Perikanan, Bambang Marhaendrawan beserta jajarannya dan juga petugas penyuluh perikanan yang bertugas di wilayah tersebut.
Dimana program TJSL yang dilaksanakan sangat bersinergi dan berkolaborasi dengan program dari Dinas Perikanan di semua kecamatan pada Kab. Pacitan, yaitu Waniasah (wanita berdaya saing produk perikanan) yang diharapkan dapat turut memerangi stunting, memperbaiki status gizi masyarakat dan meningkatkan kesehatan dari produk olahan ikan.
Terpisah, GM PLN UIT JBM, Ika Sudaramaja menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut. “Pelatihan ini tidak hanya untuk memberi keterampilan baru dalam pembuatan produk berbasis ikan tuna, tetapi juga memberi dukungan sarana usaha berupa stand portable, yang diharapkan dapat membantu UMKM Ulam Sari dalam memasarkan produknya dengan lebih efektif”, ujarnya akhir pekan lalu.
Diharapkan dengan bantuan yang mengarah ke pemberdayaan perempuan ini dapat menjadi pemantik bagi peningkatan ekonomi tidak hanya untuk diri sendiri dan juga keluarga tetapi juga di wilayah tinggal saat ini. Sehingga peran dari perempuan bisa terus ditingkatkan tidak hanya mendukung pasangan tetapi juga mendukung diri sndiri seperti menambah kompetensi diri terlebih yang bisa menambah pendapatan.









