SURABAYA|BIDIK – Keberadaan Satgas Penertiban Impor Berisiko tinggi yang terdiri dari delapan lembaga,mulai menimbulkan keresahan dikalangan pengusaha.Utamanya para pedagang retail spare part motor produk impor.Pasalnya sebahagian besar spare part dari beberapa merek yang beredar adalah diimpor dari China.
Dengan adanya Satgas tersebut akan terjadi pengawasan yang sangat ketat terhadap sejumlah produk impor.Hal ini mulai terasa dampaknya bagi para pedagang retail spare part motor mulai terjadi kelangkaan dipasaran.Beberapa sumber Bidik. Co.Id. Membenarkan hal tersebut, ” Memang pedagang Spare part mulai merasa kesulitan mendapatkan pasokan barang dari para importir,” Ujar Hans salah seorang pedagang Spare. Part.
Diakui hal ini dikarenakan keberadaan Satgas yang akan melakukan pengawasan diseluruh pelabuhan di Indonesia,” Kelangkaan ini dikarenakan sejumlah importir yang biasa impor spare part tidak berani melakukan kegiatan impor,”Tandasnya.
Sementara hampir sebahagian besar berbagai merek Spare part diimpor dari China.Seperti diketahui pemerintah mengeluarkan kebijakan dibidang fiskal yaitu dengan membentuk Satgas yang tugasnya melakukan pengawasan dibidang tata laksana kepabeanan dengan perpajakan.Satgas yang terdiri dari delapan lembaga, diantaranya Kementrian Keuangan, Kemenko Keuangan, Kementrian Perindag,PPATK, Kejaksaan Agung dan TNI Polri (Imron)









