BIDIK NEWS | KOTA BATU – Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso mengingatkan aparatut sipil negara (ASN) untuk menjaga netralitas. Netralitas ASN pada Pemilu 2019 sejalan dengan aturan dari pemerintah pusat dan ditindak lanjuti oleh pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah.
“ASN tidak boleh berpolitik praktis. Tapi dia bisa menyalurkan hak pilihnya,” tegas Punjul di sela-sela acara Sosialisasi Tahapan Pemilu 2019 yang digelar di Graha Pancasila Balaikota Among Tani Kota Batu, Selasa (5/3). Acara tersebut dihadiri pula anggota partai politik peserta Pemilu 2019 dan penyelenggara pemilu.
“Harus dan wajib tegak lurus pada aturan Pemerintah Pusat. ASN tidak boleh menghina Pemerintah Pusat karena ada regulasi yang mengatur semua itu,” imbuh politisi PDIP itu.
Ia menegaskan netralitas ASN hampir sama semacam TNI-Polri. Hanya saja para abdi negara ini masih punya hak pilih.
“Mereka juga memiliki hak pilih dan wajib mensosialisasikan Pemilu serentak 2019. Paling tidak kepada keluarganya atau tetangganya,” tambah Punjul.
Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto turut serta untuk mendorong personil di institusinya menjaga netralitas pada Pemilu 2019 serentak. Ia bersama TNI siap menjaga kelancaran dan kondusifitas pada hari H, 17 April 2019 nanti.
“Polres Batu menjunjung tinggi netralitas dan siap mengamankan Pemilu 2019 damai,” ucap Budi.
Pengawalan keamanan akan dilakukan di setiap TPS untuk keamanan Pileg dan Pilpres. Menurutnya kerawanan yang ada di Batu masih berupa perusakan alat peraga kampanye (APK). Perusakan bisa dilakukan orang lain maupun lawan politik.
“Bahkan dirinya sendiri yang merusak APK-nya, untuk menarik simpati masyarakat,” ujar dia.
Pelanggaran lainnya berupa pemasangan APK yang melanggar aturan. Beberapa APK dipasang pada pohon yang menyebabkan kerusakan lingkungan. APK yang tak dipasangan sesuai zonanya justru menimbulkan polusi visual yang merusak keindahan kota.
“Kami sudah mengigatkan kepada caleg-caleg dan parpol untuk menariknya sendiri mumpung belum kita yang menariknya,” tegas mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan itu.
Pada pelaksanaan Pemilu 2019 Polres Batu menyiapkan 220 personil dan nantinya akan disesuaikan dengan dinamika di lapangan.
“Kami masih melihat informasi. Di Batu ada sekitar 1293 TPS. Nah personil kepolisian harus tersebar dan harus menjalin komukasi dengan linmas dan perangkat kecamatan di setiap wilayah,” imbuh Budi.
Sementara itu Ketua KPU Batu, Saifudin Zuhri mengatakan pada penyelenggaraan pemilu sebelumnya, di tahun 2017 dan 2018, Kota Batu memiliki jumlah partisipasi pemilih tertinggi di Jawa Timur. KPU Batu optimis bisa meraih 80 persen tingkat partisipasi pemilih. KPU Pusat menargetkan 77,5 persen tingkat partisipasi pemilih di Pemilu 2019.
“Kami berharap lebih dari 80 persen,” tukas dia.
Ia melanjutkan pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait pengawalan dan pendistribusian logistik pemilu. Lebih lanjut, sosialisasi hasil survey sangat penting untuk masyarakat.
“Masyarakat masih belum tahu bagaimana cara menyoblos yang benar. Melalui sosialisasi kami bisa memberikan pengetahuan terhadap masyarakat teknis menyalurkan hak pilihnya dengan benar,” pungkas Saifudin. (Did)










