BIDIK NEWS | JAKARTA – Rangkaian ultah ke-51, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Ericcson menunjukkan kesiapan 5G dengan menampilkan berbagai contoh penggunaan teknologi 5G. Ini sekaligus menyoroti kesiapan Indosat Ooredoo terkait jaringan 5G dan keahlian Ericsson dalam teknologi dan layanan komunikasi yang canggih. Kedua perusahaan pun juga menyoroti 2 demo utama, yaitu test bed untuk 5G dan 3D-AR (Augmented Reality).
Arief Musta’in, Director & Chief Innovation Officer Indosat Ooredoo mengatakan, 5G memiliki potensi mempercepat transformasi digital di berbagai industri di Indonesia. Serta memberdayakan konsumen dengan pengaplikasian yang inovatif. Kesiapan 5G tertanam dalam upaya membangun jaringan berkualitas video yang kompetitif.
“Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Ericsson mempertunjukkan demonstrasi contoh kasus penggunaan 5G, terutama pengalaman 3D Augmented Reality pertama di Indonesia yang akan memungkinkan inovasi dalam berbagai industri seperti pendidikan dan perawatan kesehatan,” katanya, Kamis (22/11).
Kecepatan 5G test bed mencapai 10Gbps per UE (User Equipment) dari total 20Gbps, yang berarti jauh lebih cepat dari LTE. 5G test bed juga memiliki beam tracking, salah satu kemampuan unggulan 5G yang memungkinkan kapasitas serta kinerja yang lebih tinggi.
Selain itu, teknologi ini juga memungkinkan streaming video 4K ke UE melalui radio 5G. Sementara itu, 3D-AR (Augmented Reality) menghadirkan pengalaman dan interaktivitas yang mendalam dengan objek virtual.
Demo 3D-AR akan membawa peserta melihat dan berinteraksi dengan objek virtual yang terlihat hidup, seperti anatomi manusia foto realistik dan gambar 360 derajat dari planet Bumi. Pengalaman yang mendalam ini dilakukan secara real-time kepada audiens yang lebih luas melalui 5G.
Augmented Reality memiliki potensi yang sesuai untuk kasus penggunaan pada perusahaan serta pengaplikasiannya pada konsumen. Contoh industri yang akan mendapat manfaat dari Augmented Reality termasuk industri jasa yang menyediakan bantuan jarak jauh, perawatan kesehatan, pendidikan dan ritel.
Selain menampilkan 5G test bed dan 3D-AR, Indosat Ooredoo dan Ericsson juga menghadirkan demo 5G deployment considerations dan connected drones yang dapat diuji coba dari jarak yang lebih jauh atau dengan jalur penerbangan yang telah ditentukan sebelumnya.
Untuk melakukan itu, diperlukan konektivitas 5G nirkabel berlatensi rendah yang andal. Pada demo ini, drone nano terbang di atas model 3D-kota. Ada juga LAA, yang merupakan solusi untuk hotspot berkapasitas tinggi (misalnya di bandara, stadion, pusat perbelanjaan), yang menggunakan spektrum unlicense untuk meningkatkan kecepatan/kapasitas tambahan untuk LTE dan kemungkinan koneksistensi dengan WiFi. Yang terakhir di demo adalah NB-IoT yang akan dipakai untuk berbagai kasus penggunaan oleh Indosat Ooredoo.
Sedangkan Jerry Soper, Presiden Direktur Ericsson Indonesia menambahkan, 5G mewakili evolusi teknologi seluler utama yang dapat membuka kemungkinan dan aplikasi baru. “Kami percaya 5G akan memainkan peran utama dalam transformasi digital di Indonesia. Kami berharap demonstrasi ini memberikan gambaran yang jelas tentang manfaat 5G untuk kehidupan kita, dan bagaimana Ericsson dan Indosat Ooredoo akan terus bekerja sama untuk membawa kemampuan terbaik kita untuk meningkatkan kualitas jaringan di Indonesia,” ujarnya.
Acara yang digelar 3 hari ini menampilkan serangkaian uji coba teknologi 5G, diskusi panel, technology sharing dan demo. Diharapkan muncul pengalaman teknologi baru bagi para peserta, serta menunjukkan keunggulan teknologi 5G bagi pelanggan dan masyarakat. (hari)










