BIDIK NEWS | GRESIK – Begitu ada asap di lantai 3 RSMG dan segera sirine meraung raung, petugas keamanan yang melihat CCTV segera bertindak cekatan dengan mengontak semua unit petugas serta mengabarkan pada bagian umum, termasuk menghubungi Damkar, sontak pasien dan petugas segera meng evakuasi pasien dan termasuk berkas ke tempat yang aman di halaman depan. Itulah sekilas situasi simulasi kebakaran yang berlangsung di hari libur pagi tadi.
Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik ( RSMG) dr Musa Gufron dalam sambutan diawal pembukaan kegiatan mengatakan bahwa,” Simulasi seperti ini sudah dilakukan ber ulang setiap tahun, tentunya dengan harapan untuk meningkatkan kemampuan serta ke sigapan dari semua pegawai yang terlibat di rumah sakit ini, mulai dokter, para medis, tata usaha, keamanan, bahkan hingga tukang parkir, dengan harapan kalau ada kejadian yang sesungguhnya, maka semua pegawai terlatih harus bertindak seperti apa, yang yang paling penting tidak boleh panik,” jelas dokter yang biasa turun membantu di daerah bencana.
Aparat Polisi, TNI, yang di beritahu ada kebakaran dengan cepat meluncur ke lokasi, Polisi mengatur kalu lintas dan juga keamanan dari pemakai jalan, sementara anggota TNI juga ikut membantu mengangkat pasien yang butuh pertolongan, juga mengawasi keamanan dalam kondisi kebakaran, sementara saat mobil PMK masuk lokasi dan madyarakat mulai menonton, maka polisi dan TNI lebih sigap dalam menfatur kalu lintas jalan raya dan juga keamanan di lingkup rumah sakit.
Kapten Hendrikus dari Kodim Gresik yang ikut memantau sekaligus pengendali simulasi mengatakan,” Simulsi itu harus dilakukan secara rutin berkala, karena kalau sudah merupakan suatu kebiasaan yang di dukung pengetahuan soal evakuasi kalau terjadi kebakaran, maka korban bisa di tekan sekecil mungkin,” jelasnya. ( ali)
Teks : Anggota TNI ikut evakuasi korban kebakaran dalam simulasi kebakaran. (foto:ist)








