SURABAYA | BIDIK.NEWS – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat transaksi pasar modal di Jawa Timur di tahun 2022 mencapai Rp 346.071.270.346.362,- atau peringkat ke-3 tertinggi se Indonesia.
Hal itu dilontarkan Kepala Kantor BEI Jatim Dewi Sriana Rihantyasni saat workshop wartawan pasar modal, Selasa, (24/1/2023). Meningkatnya jumlah transaksi, kata Ana, sapaan akrabnya, tidak lepas dari jumlah investor baru. Dimana Single Investor Identification SID Pasar Modal tercatat 1.360.011 atau naik 36,47% dan SID Saham 587.974 investor atau naik 29,10%.
“SID pasar modal terjadi penambahan 363.437 investor, sedangkan SID saham bertambah 132.538 investor. Investor pasar modal Jawa Timur didominasi kalangan milenial atau usia 30 tahun ke bawah sebanyak 350.142 investor.” ungkapnya.
Ana menambahkan, pada 2023 ini BEI terus mendorong peningkatan nilai transaksi dan investor. Ada 4 sasaran prioritas yang menjadi sasaran edukasi keuangan sebagaimana tertuang dalam SNLKI 2021-2025.
“Pada tahun ini melalui program Jariaah, Belajar Bersama Terkait Pasar Modal Syariah dan program Aksi Terpadu Disabilitas, BEI akan memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pasar modal untuk disabilitas. Meski Kami menyasar ke santri dan disabilitas, tapi untuk kalangan UMKM, desa, pelajar tetap kami lakukan edukasi.” jelasnya.
Ana melanjutkan, saat ini di Jawa Timur tercatat ada 50 anggota bursa, yakni 39 berada di Surabaya, 1 di Sidoarjo dan 10 di Malang. Selain itu, jumlah aset manajemen ada 9, emiten 47 dan galeri investasi sebanyak 80 tersebar di 20 kota di Jawa Timur.











