JEMBER – Setelah cukup lama tidak terdengar lagi lantunan sholawat dan doa di Pendopo Wahyawibawagraha akibat adanya covid-19 saat ini, kini Pendopo Bupati ini Kembali didengungkan lantunan-lantunan Sholawat dan doa.19 Juni 2020
Walau pelaksanaanya tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19 dan dilaksanakan secara virtual, pengajian rutin setiap malam Jum’at manis dipendopo ini berlangsung dengan penuh hikmah. Masyarakat bisa mengikuti secara langsung melalui saluran You Tube dan Facebook milik Pemkab Jember.
“Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah karna kembali bisa bersama untuk bersholawat dan berdoa, situasi pandemi ini memang berat, tetapi begitu banyak hikmahnya,” tuturnya.
Begitu banyaknya bermunculan kampung tangguh, gotong royong semakin meningkat, dan lebih banyak waktu bersama keluarga adalah sebagian hikmah dari pandemi covid-19.
“Allah mengingatkan kita untuk pandai bersyukur dan menjaga persaudaraan,” ujarnya.
Untuk bisa selamat dari wabah covid-19 ini perlu kebersamaan, tidak ada yang bisa hidup sendiri-sendiri.
Masih Bupati, saat ini kehidupan ditata kembali, pasar ditata,fasilitas umum bersih, orang yang kondisi susah banyak mendapat perhatian. kita menjadi lebih sayang antara satu dengan yang lainya.
Karna itu, Bupati mengajak kepada masyarakat untuk ingat dan kembali bersyukur kepada Allah SWT. ” Kita diberi sehat wal afiat tidak terasa, diberi kemerdekaan tidak berasa, diberi kehidupan di negeri yang damai juga tidak berasa, ketika diberi ujian baru semuanya menjadi terasa,” pungkasnya.
Di akhir pernyataanya, kata-kata mutiara ini disampaikan oleh Bupati bahwa ” kehidupan harus tetap berjalan, ikhtiar harus tetap dilakukan, tawakal dan berdoa kepada Allah adalalah sesuatu yang tidak bisa digantikan,” tutupnya. (Monas)











