BIDIK NEWS | GRESIK – Ratusan anak muda usia 20 – 30’an memadati Wisma A. Yani Gresik untuk melihat malam penghargaan bertajuk “Festival Millennials Berkarya” yang digelar Semen Indonesia, Jumat (23/11) malam.
Millenials berkarya adalah gerakan yang diciptakan Semen Indonesia untuk segmen muda atau millenials, untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Disebut gerakan, karena millenial berkarya lebih dari sekedar program atau rencana. Tapi itu juga program diterapkan untuk menginspirasi orang lain dan berkesinambungan.
Millennials berkarya dimulai 2017, dan berjalan selama 2 tahun. Aktivitas Millennials Berkarya 2017 – 2018 terdiri dari kompetisi proyek infrastruktur sosial, project visit, launching basecamp Millennials Berkarya dan Festival Millennials Berkarya.
Kegiatan di isi Talk Show dengan pembicara Kevin Hendrawan (TV Host & Youtuber), Fico Fachriza (Komika) dan Vikra Ijaz (Co-Founder Kitabisa.com) yang berbagi pengalaman seputar success story kehidupan mereka serta foodtruck, booth komunitas, Mini class dan penampilan bintang tamu Pusakata.
Silvia Nur Prasetyowati, panitia Festival Millennial Berkarya menjelaskan, kegiatan ini adalah ajang sharing agar semua dapat inspirasi. Ini merupakan tahun kedua setelah sebelumnya digelar di Jakarta. Tahun ini lebih banyak pesertanya, lebih dari 300, sedangkan tahun lalu hanya 50. Perbedaan lainnya, tahun ini skalanya lebih besar, kalau tahun lalu masih trailler. Para juara sudah terpilih, 8 dari pemenang diundang untuk awarding.
“Tujuan kegiatan ini ingin menciptakan gerakan positif akan generasi muda tetapi karya yang sosial dibidang infrastruktur. Sehingga punya dampak sosial. Para juara sudah terpilih, 8 dari pemenang diundang untuk awarding,” katanya.
Sementara itu, Fico Fachriza salah satu Komika Indonesia mengatakan, pesan yang ingin disampaikan adalah, setiap manusia pasti melakukan kesalahan. Karena itu, gunakanlah kegiatan positif sebanyak-banyaknya selagi muda, jika sudah tua susah dibimbing. “Siapa yang tidak pernah melakukan kesalahan, pasti semua pernah. Untuk memperbaiki diri adalah cari lingkungan yang positif seperti saya main stand-up comedy, berkaca dengan yang lain seperti Ari kriting, Ernes dan lainnya,” kata pria bertubuh subur ini.
Hal yang sama juga dilontarkan CO-Founder kitabisa.com, Vikra Ijas. Dikatakannya, berkarya yang bisa bermanfaat bagi orang banyak sangat positif untuk diri sendiri dan orang lain. Karena itu, ia membuat kitabisa.com yang menjadi wadah kemanusiaan dan kegotongroyongan. “Saya berpesan kepada generasi muda, gunakanlah internet dengan bijak. Kenali diri itu baik namun jangan melihat tetangga. Maksudnya, pengenalan diri seperti kemampuan apa yang kita miliki bisa disuarakan melalui sosmed atau sejenisnya. Bukan malah sibuk melihat kehidupan orang lain disosmed,” ingatnya..
Sementara itu TV Host and Youtuber, Kevin Hendrawan menginspirasi tentang perjalanan hidupnya yang tidak instan. Sebelum menjadi saat ini, Kevin adalah pribadi yang pendiam, lama kelamaan ia bangkit untuk meraih kesuksesan hingga menjadi youtuber dan TV Host. “Step by step untuk mencapai sesuatu. Selain itu harus konsisten dengan apa yang kita lakukan. Untuk menjadi aaya saat ini, awalnya saya buat konten youtube pada 2006. Dulu awalnya starkel juga dan saya konsisten isi konten youtube setiap seminggu 3 kali,” ungkapnya.
Dikesempatan yang sama, Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir mengatakan, 2017, Millennials Berkarya medapat ide dari 50 kelompok millennials untuk membangun proyek infrastruktur sosial, sedangkan di 2018 ini Millennials Berkarya mendapat ide dari 300 kelompok millennials dari kalangan mahasiswa seluruh Indonesia.
Peningkatan antusiasme ini menunjukkan, millennials di Indonesia merupakan generasi potensial harapan bangsa, penuh kreasi dan dapat mengadaptasi perubahan.
“Sejumlah ide ini lalu disaring menjadi 10 yang terbaik. Selanjutnya, ke-10 penggagas ide terbaik mengikuti serangkaian acara kompetisi untuk menentukan 2 terbaik. Pemenang pertama diraih tim Mascoturism dengan karya konservasi mangrove, produksi garam prisma kekinian dan budidaya kepiting soka di Lamongan Jatim. Serta pemenang ke-2 Tim Muda Berkarya dengan karya rumah belajar untuk kaum disabilitas dan pemuda putus sekolah di Desa Jelutung, Bangka Belitung. Pemenang pertama dan kedua mendapat hadiah masing-masing 75 juta untuk pengembangan proyek.
Semen Indonesia senantiasa dekat dengan masyarakat selaku pelanggan. Salah satunya dengan merangkul generasi muda yang nantinya para calon pelanggan perusahaan di masa mendatang. “Kami sadar betul pada mereka (generasi muda) inilah harapan bangsa, harapan kita semua di masa depan. Peduli pada mereka adalah peduli pada masa depan Indonesia,” ujarnya.
Melalui program Millennials Berkarya, lanjutnya, Semen Indonesia merangkul generasi muda yang memiliki semangat berkontribusi terhadap lingkungan dan menjadi agen perubahan. Kompetisi ini diikuti anak muda dari berbagai latar belakang profesi, mulai mahasiswa, wirausahawan, komunitas sosial, hingga profesional muda. (hari/ali)










