SURABAYA – Calon Walikota Surabaya Machfud Arifin (MA) siap menjadikan Bonek berkelas, memiliki jiwa intrepreneur, dan mempunyai kemampuan mengelola usaha. Kedepan, MA juga minta Bonek ikut berperan dalam bidang usaha dan perdagangan.
“Karena sekarang ini saya lihat di Surabaya banyak pasar dibiarkan mati dan kotor. Kondisinya sangat kumuh dan bau,” ungkap MA kepada media usai ‘Cangkrukan Bersama Bonek’ di Posko Pusat Pemenangan Machfud Arifin di Jl. Basuki Rahmat 139 Surabaya, Sabtu (20/6/2020) sore.
MA sangat menyayangkan banyak tempat perdagangan yang tidak nyaman karena pemerintah kota lebih fokus ke taman-taman dan pepohonan. Dia sebutkan sejumlah pasar yang kumuh, tidak membuat pembeli merasa senang. MA juga menyebut adanya Pasar Maling yang justru ramai, Pasar Tunjungan yang kondisinya menyeramkan bagai pasar hantu, dan Pasar Turi yang terbengkalai hingga membuat ribuan pedagangnya keleleran tak tak terurus.
“Saya siap membangun Surabaya secara keseluruhan, bukan hanya sekedar jalan protokolnya, lebih cepat dan dengan senyuman, bukan dengan marah-marah. Surabaya harus berubah, harus lebih maju. Butuh lift untuk membangun Surabaya. Lingkungan Gelora Bung Tomo, harus bersih dan sehat, bukan sampah,” tegas MA.
Sementara itu Ketua Relawan Pemenangan MA, Yayuk Sri Wahyuningsih menambahkan, ekonomi kerakyatan mulai dibangun MA bersama tim pemenangannya. Pihaknya tengah mempersiapkan para relawan pemenangan MA untuk membuka posko sekaligus tempat usaha jualan dan jasa.
“Hingga saat ini jumlah relawan pemenangan MA sudah tercatat sebanyak 2.600 orang. Mereka semuanya tertarik rumahnya dijadikan Posko. Namun kami membatasi hanya 1.405 Posko, sesuai jumlah RW se-Surabaya. Jadi nantinya satu wilayah RW satu posko,” kata Yayuk.
Nantinya 1.405 posko pemenangan MA akan diresmikan pada 20 Juli 2020 mendatang. “Sebagian sudah siap, sudah terpasang spanduk bertuliskan Posko Pemenangan Machfud Arifin,” ujarnya.
Posko-posko ini, lanjut Yayuk, selain sebagai tempat penggalangan pemenangan MA, juga sebagai tempat pendistribusian sembako murah, tempat berjualan beragam barang dagangan yang harganya di bawa harga pasar, serta layanan jasa lainnya.
“Dari ribuan relawan pemenangan MA itu di antaranya dari komunitas suporter Persebaya Surabaya, Bonek. Jumlah Bonek yang mendaftar menjadi relawan pemenangan MA cukup banyak. Sehingga, untuk acara ini kami membatasi hanya mengundang 50 Bonek, tapi yang hadir lebih dari 75 Bonek,” ujar Yayuk.
Acara bertema “Meningkatkan Kualitas & Pemberdayaan SDM Dengan Usaha di Rumah Guna Menambah Income Keluarga” ini juga menghadirkan narasumber dr. David Andreasmito, Direktur Klinik Jet-Z, dan Heru Arifin ST, Kepala Cabang OWAI/ OTU Chat.
David yang juga Pembina relawan MA berharap para Bonek mendapatkan kuota posko. David ingin mengajak Bonek untuk usaha dan maju bersama.
“Di posko pemenangan MA, Bonek bisa berjualan beragam kaos asesoris Persebaya, tiket pertandingan Persebaya, hasil UMKM dan produk lainnya, yang semula di bawah harga pasar. Sehingga penjual maupun pembeli sama-sama untung,” imbuh David.











