SURABAYA – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Surabaya Rungkut menggelar pelatihan kewirausahaan, yakni kreasi bucket balon kepada 50 ahli waris peserta. Dimana, 50 ahli waris tersebut adalah istri peserta BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Rungkut yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.
Peserta kegiatan ini merupakan ahli waris dari peserta Klaim Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal Dunia.

Dalam pembukaan pelatihan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Rungkut, Rudi Susanto menyampaikan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ahli waris penerima manfaat JKM dan JKK meninggal dunia dalam memenuhi kebutuhan ekonominya.
“Harapannya, dengan adanya kegiatan ekonomi seperti pelatihan ini, seluruh ahli waris akan mempunyai keterampilan yang bisa di praktekkan, sehingga mendapat penghasilan dan mendapatkan tambahan pemasukan pasca meninggalnya tulang punggung keluarga,” kata Rudi, Sabtu (2/7/2022).
Selain keterampilan fisik, untuk mendapat penghasilan tambahan, Rudi juga menyarankan agar para ahli waris menjadi agen Perisai BPJS Ketenangakerjaan. “Karena fee nya lumayan besar. Seperti kalau bisa mengakuisisi 200 peserta baru, agen Perisai akan mendapatkan fee sebesar 4,3 juta rupiah,” ujar Rudi.
Rudi juga menambahkan, seluruh pelatihan dalam kegiatan pelatihan ini juga sudah didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sektor Bukan Penerima Upah atau BPU dalam 2 program, yaitu JKK dan JKM.
“Dengan terlindungi melalui dua program dasar BPJS Ketenagakerjaan ini, jika peserta mengalami kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan dan perawatan sesuai indikasi medis ditanggung penuh tanpa batas oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Dengan pelatihan kreasi bucket balon ini, kata Rudi, diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada pekerja dan mensejahterakan keluarga yang ditinggalkan. “Sesuai dengan misi BPJS Ketenagakerjaan, yaitu “Melindungi, Melayani & Mensejahterakan Pekerja dan Keluarga”,” pungkasnya.











