SURABAYA | BIDIK – Tidak ingin kesenian Reog Ponorogo diklaim sebagai budaya milik negara tetangga Malaysia. Kembali PT. PLN (Persero) Disjatim mendukung pelestarian budaya asli Ponorogo ini dengan mengucurkan bantuan berupa 1 unit mobil Pick Up kepada sanggar Reog Ponorogo “Singo Mangkujoyo” yang bermarkas di Jl Gubeng Kertajaya Gg. V Surabaya.
Bantuan 1 unit mobil Pick Up seharga Rp 181.250.000 ini diserahkan langsung oleh GM PT. PLN (Persero) Disjatim, Dwi Kusnanto kepada pimpinan sanggar Reog Ponorogo “Singo Mangkujoyo”, Sugianto saat upacara HUT RI ke – 72 di halaman kantor PT. PLN Disjatim, Kamis (17/8/2017) pagi.
“Bantuan satu unit mobil pick up ini untuk kebutuhan operasional sanggar Reog Ponorogo Singo Mangkujoyo sebagai bantuan dana CSR. Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat, serta ikut menjaga kelestarian kesenian budaya Reog Ponorogo sebagai warisan budaya nasional,” ungkap Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT. PLN Disjatim, Pinto Raharjo, Jumat (18/8/2017).
Bantuan dana CSR tersebut untuk yang kesekian kalinya sejak tahun pertama 2011. “Pada tahun-tahun sebelumya, PLN Disjatim memberikan sumbangan dana untuk pembuatan Dadak Merak sebesar Rp 50 juta. Selanjutnya pada tahun berikutnya juga menyumbang untuk perlengkapan alat-alat kesenian reog sebesar Rp 90 juta. Dana tersebut untuk pembelian kostum, perawatan property, hingga biaya operasional setiap manggung,” tutur Pinto.
Para personil Kelompok Reog Ponorogo “Singo Mangkujoyo” ini adalah asli orang-orang Ponorogo yang sudah lama tinggal di kawasan Kertajaya Surabaya. “Jadi mereka berdedikasi dan sangat peduli dengan kelestarian budaya peninggalan leluhur. Sehingga kita mudah untuk bekerjasama, terutama dalam hal pendanaan,” kata Pinto.
Selain membina dan peduli budaya Reog Ponorogo, PT. PLN Disjatim juga membantu kelestarian kesenian ludruk. “Kami juga membantu dana operasional sanggar ludruk “Karya Budoyo” asal Mojokerto sebagai binaan PT. PLN Disjatim agar tetap eksis keberadaannya,” ucap Pinto
Untuk dana CSR, tambah Pinto, setiap tahunnya perusahaan menganggarkan Rp 2 miliar. Dan hingga pertengahan Agustus 2017 ini sudah tersalurkan sekitar Rp 400 juta.
Sedangkan bidang lain yang juga dibantu lewat dana CSR PT. PLN Disjatim, seperti pembuatan rumah singgah bagi para pengemis dan gelandangan di Malang. Mengedukasi masyarakat di Banyuwangi dengan program “Sadar Bersinar” melalui lomba layang-layang.
“Maksud dari kegiatan CSR Sadar Bersinar ini untuk memberi edukasi kepada masyarakat bagaimana bermain layang-layang yang baik dan aman, khususnya jauh dari jaringan listrik PLN,” pungkas Pinto. (hari)




