GRESIK– Dimasa pandemi ini, bagi jiwa kreatifitas dan pekerja seni malah bisa meningkatkan hasil karya, pasalnya sekolah dilakukan jarak jauh, sehingga waktu luang dimanfaatkan tuk berkarya, demikian disampaikan pencetus Sanggar Lukis Daun Arik Wartono seusai membuka pameran di salah satu Mall di kota Gresik, Minggu sore (17/1).
” Diulang tahun ke 17.sanggar lukis Daun, dengan penghargaan dari berbagai negara luar negeri, dan menghiasi berbagai galery baik di Inggris, Belanda, Rusia, Turkei, Jepang, bahkan dikantor Sekjen PBB, kita tetap mendampingi sekaligus mengarahkan siswa didik untuk berkaya sesuai dengan selera dan kemampuannya,” jelas Arik.
Lebih lanjut dikatakan bahwa antara melukis dan memfoto, kalau ditekuni, dijiwai, dan dilakukan secara profesional, maka bisa menghasilkan uang yang cukup besar.
Salah satu siswa binaannya baru berumur 4 tahun, dan melukis di kertas A3, ketika di upload oleh orang tuanya di instagram, hanya dalam hitungam jam sudah ada yang menawar lukisan tersebut dan terjual dengan harga 1 juta.
” Saat ini saya juga membuka pembelajaran soal fotography, dan sudah ada 3 siswa yang menekuni sejak Agustus lalu, hasil karyanya sudah lumayan banyak, dan saya tidak memaksakan ego dari pembimbing, namun lebih mengarahkan kreatifitas masing masing individu siswa, dan beberapa foto siswa kami sudah pernah ada yang membeli dengan nilai jutaan,” jelas Arik.
Javiera Alin Yuditha, ( 13) yang akrab disapa Alin , saat ini masih sekolah di SMP Muh 5 Pucang, Surabaya, dan menjadi siswa sanggar Daun untuk memperdalam fotography.
” Hingga saat ini, pelajaran memfoto obyek yang beragam, dan berbagai situasi, dengan hanya menggunakan HP, baru tahun depan diajarkan menggunakan kamera, hasil dari potret kamera HP, sudah saya simpan di laptop, dan baik teman sekolah maupun guru di sekolah yang pernah lihat hasil potret, pada kagum dan kurang percaya,” jelas Alin. ( ali )











