BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pertanian kembali menggelar Banyuwangi Agro Expo 2018.
Kali ini dengan mengusung tema ‘Kampung Wong Tani’, menampilkan berbagai tanaman hidup dari produk holtikultura, buah-buahan hingga bunga-bunga.
Kegiatan itu sejatinya digelar mulai 14 – 21 Juli 2018, namun secara resmi dibuka oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Selasa (17/07).
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan Agro Expo dengan tema festival kampung wong tani ini ada bermacam-macam, kampung buah, kampung kopi, kampung bunga dan lain-lain. Bedanya, kalau di daerah lain, Agro Expo di daerah lain di bawa ke alun-alun sehingga menjadi barang mati yang ditampilkan, sedangkan disini menjadi barang hidup supaya menjadi medan edukasi bagi anak-anak, sehingga pagi, siang dan malam anak-anak bisa melihat jenis padi, mulai padi hitam, jenis bunga.
“Disini ada bunga matahari, kalau dulu namanya bunga telek-telekan, ternyata itu bisa mengusir hama, dan bunga telek-telekan yang dulu ditanam oleh orang tua kita disamping rumah itu manfaatnya banyak,” papar Anas.
Digelarnya Agro Expo ini, Bupati Anas berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi para pelajar dan juga masyarakat.
Dalam sambutannya, Menteri PDT, Eko Putro Sandjojo mengapresiasi kegiatan Banyuwangi Agro Expo 2018, menurutnya, ajang ini menjadi sarana pamer pelaku usaha sektor pertanian dengan memadukan antara inovasi agribisnis dan pariwisata.
Dijelaskan Eko, pertanian menjadi tulang punggung ekonomi perdesaan. Dengan beragam inovasi pertanian dan pemasaran yang unik seperti tersaji di Banyuwangi Agro Expo, nilai produk pertanian diharapkan bisa meningkat. Dengan kemasan festival dan wisata, maka bisa menjadi agro-tourism untuk lebih meningkatkan ekonomi perdesaan.
”Produk-produk desa, termasuk pertanian dengan kemasan wisata, yaitu wisata produk pertanian, homestay yang menyajikan produk pertanian desa, dan sebagainya. Apa yang di laksanakan Banyuwangi patut diapresiasi,” ujarnya.(swr/nng)










