BIDIK NEWS | JEMBER – Era keterbukaan sikap arogansi managemen RS. dr.Soebandi Jember tidak patut dicontoh. Pasalnya saat para wartawan mejalankan tugas liputan diusir oleh sejumlah petugas keamanan RS. Pengusiran wartawan terjadi Senin (9/4/2018 ) pada saat sejumlah wartawan melaksanakan tugas liputannya terkait peristiwa penusukan di Lapas Kelas. II A Jember, dimana salah satu korban diantar di RS tersebut.
Kejadian ini terjadi saat beberapa wartawan Awak mengikuti Tim dari Polres Jember untuk menindak lanjuti kejadian penusukan yang terjadi di Lapas Kelas II A JemberRS tersebut. Namun dengan arogannya sejumlah petugas keamanan RS langsung. melarang wartawan untuk meliput dengan alasan perintah atasan, ” Ini atas perintah bapak Direktur Rumah Sakit, ” ujar salah seorang petugas keamanan saat ditanya perintah siapa.
Tidak puas dengan sikap arogan petugas keamanan RS. Kabag Humas Pemkab Jember saat dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui sambungan telepon selulernya merasa menyesal, ” Loh kok bisa kejadian seperti itu lagi, sebentar saya hubungi pihak rumah sakit, ” ujarnya. Seharusnya kejadian seperti ini tidak boleh terjadi disaat era keterbukaan. Selain itu sangat bertentangan dengan semangat Bupati yang slalu membuka ruang bagi wartawan.( Monas)
Teks : Terlihat pihak keamanan Rumah sakit sedang berjaga jaga. (foto:ist)











