SURABAYA – Peresmian Alun-alun Suroboyo yang diresmikan walikota Surabaya Tri Rismaharini mendapat protes keras dari warga Surabaya. Pasalnya, acara tersebut, berakibat menimbulkan berkumpulnya warga Surabaya yang rawan penyebaran virus Corona. Selain itu, Risma dianggap tidak komitmen dengan SE (Surat Edaran) yang diterbitkan, terkait larangan penyelengaraan acara tirakatan dalam rangka HUT RI ke-75.
Bahkan terkait dengan acara tersebut, Risma dianggap mengajak warganya menjadi pasien Covid-19. Hal ini disampaikan Vincensius Awey, Wakil Ketua DPW Jatim Partai Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik. Menurutnya, sudah bukan rahasia umum, Risma tergolong walikota yang sukses mengelola Surabaya.
Berbagai pujian datang dari luar dan dalam negeri. Namun dalam detik-detik akan berakhir jabatannya, banyak kritikan tajam bermunculan, utamanya terkait pencegahan Covid-19.
“Seharusnya tidak pada tempatnya, Risma menggelar kegiatan seperti itu dalam suasana Pandemi di Surabaya yang tergolong rawan penyebarannya. Apalagi Risma telah menerbitkan SE yang berisi larangan penyelenggaraan syukuran dikampung- kampung jelang HUT Kemerdekaan. Seharusnya Risma komitmen dengan SE yang diterbitkan, bukan malah melanggar,” ujar Valensius, Sabtu (22/8/2020).
Tidak hanya melanggar SE yang diterbitkan, Awey juga menganggap, dengan kegiatan seperti itu, diibaratkan Risma mengajak warga Surabaya untuk masuk kejurang pandemi,”Ini kan sama dengan Risma mengajak warganya menjadi pasien Corona, padahal kita semua sedang berupaya mencegahnya,” tandas Awey dengan rasa menyesal.
Janganlah, lanjutnya, pemimpin merasa hebat dengan segala pujian yang didapat, tapi mengorbankan warganya,” Seharusnya dengan segala pujian serta gelar yang didapat, Risma fokus untuk membuktikan kinerjanya dalam mencegah virus ini. Bukan malah menggelar serangkaian acara yang dapat membahayakan warganya, hanya demi ambisi pribadi,” ujar Awey mengakhir pembicaraan dengan bidik.news.











