Para peserta reuni melakukan donor darah, pengobatan/pemeriksaan kesehatan gratis bagi para guru dan karyawan, baik yang telah purnatugas dan yang masih aktif.
(Foto : ist)
BIDIK NEWS | SURABAYA – Ada yang istimewa dari alumnus SMA Negeri 5 (Smala) Surabaya angkatan 1993. Untuk membuat acara Reuni Silver SMA Negeri 5 Surabaya punya warna yang kental Surabayanya. Apa itu ?, mereka berencana bakal mengajak tiga pelawak Srimulat. Mereka adalah Polo, Tessy, dan Tarzan. Ketiganya akan menjadi tamu spesial dalam puncak acara reuni 25 tahun.
“Kami yakin nuansa Suroboyo yang ingin kami rasakan lagi saat berkumpul bisa makin terasa dengan kehadiran mereka ini,” kata Ketua I kegiatan Reuni Silver SMA Negeri 5 Surabaya Liem Sonny Hindarto, Minggu (14/10).
Acara keempat itu rencananya digelar dalam kegiatan gathering, Sabtu 10 November 2018, di halaman sekolah mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Acara ini akan menghadirkan berbagai gelaran seni, band/musik dari para alumnus 93 serta kolaborasi dari para siswa. Di tengah-tengah acara itulah ketiga pelawak yang kini sukses berkiprah di Jakarta akan hadir.
“Kami pilih mereka ya karena lawakannya masih kental Suroboyoannya. Sekaligus sebagai bagian mendukung pelestarian seni dan budaya, terhadap para seniman-seniman lawas Surabaya,” tegas Liem.
Ditegaskan Liem, acara puncak itu didahului dengan tiga acara lain yang disiapkan untuk Reuni Silver. Bertajuk “Baktiku untuk Guru”, kegiatan yang dilaksanakan sebagai rangkaian reuni itu dilakukan sejak Minggu, 7 Oktober 2018 di Aula sekolah, lantai 2.
Di sesi pertama reuni ini, para peserta reuni menggelar baksos. Mereka melakukan pengobatan/pemeriksaan kesehatan gratis bagi para guru dan karyawan baik yang telah purnatugas dan yang masih aktif.
Para guru itu bisa mengikuti pemeriksaan lengkap mulai darah lengkap, GDA, asam urat, kolesterol, trigliserida, papsmear, dan BMD (pemeriksaan masa tulang). Setelah melaksanakan itu semua acara diakhiri dengan berbagi wawasan kesehatan dalam Seminar Kesehatan, yang mengusung beberapa topik.
“Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Serviks” disampaikan oleh dr Renie Widiyanti, SpOG, topik “Ada Apa Dengan Payudara” disampaikan dr Hermien Hadiati. Berikutnya topik “Hidup Bahagia Dengan Osteoporosis” disampaikan oleh dr Lukas Widiyanto, SpOT.
Selanjutnya kegiatan sesi kedua digelar Minggu, 14 Oktober 2018 mulai pukul 08.00 WIB. Sesi kali ini adalah kelanjutan sesi pertama. Semua yang telah diperiksa pada pekan sebelumnya menerima hasil laboratorium dari pemeriksaan kesehatan. Hasilnya langsung bisa dikonsultasikan dengan para tim dokter kami, serta dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan (ECG, darah, gigi, gizi, dan mata.
“Alhamdulillah kesehatan saya baik kok,” kata Sri Mulyani, guru fisika yang mengajar sejak 1978 hingga 2012 itu senang.
Bertema “Kesatuan dan Keberagaman”, bagi mereka yang berhalangan hadir pada sesi 1, bisa menjalani pemeriksaan susulan. Kali ini mereka mengikuti seminar kesehatan yang membahas tiga topik.
Dimulai dari “Mengenal dan Mencegah Stroke yang disampaikan dr.Bambang Kusnardi, SpS, topik “Mengenal Jantung Koroner” yang disampaikan dr Abraham Ahmad AF, SpJP, dan “Mengenal Hipertensi Okuli dan Pemeriksaan Tekanan Intra Okuler Pencegahan Terhadap Glaukoma” oleh dr Lidya Nuradianti, SpM.
Di penghujung acara, para guru dimanjakan berbagai door prize menarik, seperti kompor gas, kipas angin, magic jar, mixer, termos dll. Itu belum termasuk bingkisan atau tali asih secara khusus kepada masing-masing peserta baksos. Selain itu juga ada sumbangan untuk sekolah dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana kebutuhan sekolah, seperti kursi dll.
Menurut Liem, semua itu bisa diberikan setelah menghimpun sumbangan dari gotong royong para alumnus 93. Angkatan 1993 berpikir jika kegiatan lebih baik difokuskan untuk internal, agar manfaatnya lebih terasa. “Kami kemas sebagai bakti langsung kepada mereka sebagai bentuk cinta kasih kita pada almamater SMA Negeri 5 Surabaya,” kata Liem.
Sementara Rina Kurnia, humas acara menambahkan, selanjutnya pada Sabtu, 9 November 2018 ada kegiatan donor darah untuk membantu stok darah PMI agar stabil. Kali ini pesertanya menyasar para guru, karyawan yang masih aktif dan pelajar SMA Negeri 5 Surabaya.
Untuk sesi ketiga ini kegiatan dikemas dalam tajuk “Pekan Ceria”. “Kebetulan acara ini sekaligus menandai peringatan HUT SMA Negeri 5 pada 10 Oktober 2018 lalu,” kata Rina.
Dalam “Pekan Ceria” ini, digelar pertandingan basket persahabatan antara alumnus 93 dengan dengan siswa yang masih berstatus aktif di sekolah. (hari)










