SURABAYA | bidik.news – Sebagai wujud keberlanjutan program penguatan generasi bangsa, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berkolaborasi dengan Universitas Ciputra, Surabaya, dengan menggelar program Real Business Solutions. Melalui program ini, TPS dan kampus Ciputra mengenalkan industri maritim dan kepelabuhanan kepada mahasiswa Pasca Sarjana.
Program dibuka dengan sharing session oleh Wahyu Widodo, Direktur Utama kepada 230 mahasiswa, Jum’at (13/12/2024) di Dian Auditorium Universitas Ciputra Surabaya.
Termasuk dalam materi sharing session tersebut adalah pengelolaan pelabuhan di Indonesia oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dimana TPS salah satu group member yang tetap memimpin market share internasional 83% di wilayah Tanjung Perak. “Arus petikemas internasional di TPS pada triwulan 3/2024 naik 9,8% dibanding periode yang sama tahun lalu”, ungkap Wahyu.
Berbagai strategi dilakukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis, termasuk mendorong inovasi yang diinisiasi untuk memudahkan layanan di TPS (melalui Monitoring Petikemas Longstay, Container Damage Report (CDR) Online), menjamin keamanan barang (melalui Layanan Karantina, Layanan Fumigasi dan Pemeriksaan Kulit Mentah Garaman), meminimalkan terjadinya pungli, gratifikasi, korupsi (melalui Behandle Management), memudahkan komunikasi di area kerja terbatas dan memperkuat jaminan kesehatan dan keselamatan kerja (melalui Public Address System) serta meningkatkan kehandalan layanan dan pelestarian lingkungan (melalui Efisiensi BBM Berbasis Inverter (EBBI), Elektrifikasi Rubber Tyred Gantry (RTG) serta Budidaya (Pembibitan) Mangrove.
Strategi pengelolaan perusahaan untuk keberlanjutan di atas dibagikan kepada mahasiswa peserta program Real Business Solutions (RBS) sebagai pemicu tumbuhnya ide-ide inovasi serta pengelolaan perusahaan berdasarkan tantangan yang dihadapi.
Peserta program RBS kemudian berkompetisi menyampaikan gagasan-gagasan terbaik untuk pengelolaan perusahaan sesuai dengan tema yang ditentukan penyelenggara, Peningkatan market share, Pengelolaan dan peningkatan kompetensi SDM, Green Logistics for Sustainable Business, Marketing Komunikasi dan Branding TPS.
Sebagai referensi tambahan dalam penyusunan gagasan-gagasan dan ide-ide pengelolaan bisnis tersebut, mahasiswa kampus Ciputra langsung tancap gas melakukan mentoring bersama Senior Leaders TPS melalui zoom meeting. Tema pertama yang dibahas tentang Green Logistics dengan Sustainable Development Goals (SDG’s).
Tema yang sangat menarik ini dipandu oleh Vice President Corporate Communication, Retno Utami bersama para mentor lainnya, yaitu SVP K3 Lingkungan & Keamanan, Jeanny Harjono dan SVP Fasilitas, Suluh Tjahjono.
Salah satu pertanyaan mahasiswa yang menarik adalah bagaimana cara mengkomunikasikan tentang green port kepada publik dan apakah ada channel khusus. “Cara mengkomunikasannya adalah melalui website resmi TPS di www.tps.co.id disitu ada kolom khusus mengenai Program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Berita terkini TPS yang banyak memberitakan tentang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) termasuk soal konsep eco green”, ujar Retno.
Tema kedua tentang peningkatan market share juga dilakuan secara zoom yang dimentori oleh SVP Komersial dan Pengembangan Bisnis, Bayu Setyadi serta SVP Perencanaan Operasional dan Proses Bisnis, Didik Kurniawan.
Kembali dilakukan zoom meeting dengan tema Marketing Communication dimana Bayu Setyadi sebagai mentor. Kemudian dilanjutkan pada Selasa siang dengan tema Komepetensi SDM yang dimentori oleh SVP SDM, Baiq Nurul Hikmawati dan SVP Operasi Terminal, Ilyas Darmawan.
Sebagai penutup zoom mentoring menghadirkan tema yang paling menarik, yaitu Branding TPS pasca merger. Sebagai mentornya adalah Sekretariat Perusahaan, Erika Palupi, didampingi Retno Utami dan para superintenden yaitu Sri Purwatiningsih dan Ardiansyah. Pertanyaan yang bagus kembali dilontarkan oleh salah satu mahasiswa yaitu tentang engagement TPS terhadap publik.
“TPS selalu membuat press release minimal 2 kali dalam sebulan untuk memberitakan kegiatan positif yang dilakukan TPS. Selain itu TPS juga mengabarkan melalui media sosial seperti Instagram di akun @pttps_official dan Alhamdulillah bulan Oktober ini Engagement Rate mencapai 1,8%, tertinggi diantara anak perusahaan lain di Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP)”, tutur Erika.
Setelah dilaksanakan proses mentoring dan mahasiswa diberikan waktu untuk mematangkan project-nya serta dilakukan penilaian terhadap TOP 5 Project, hasil penyaringan dari 28 project yang disampaikan oleh para mahasiswa.
Di Ruang Mini Theater A 1540 lantai 15 kampus Ciputra, Dewan Juri yang terdiri dari para Senior Leaders TPS melakukan penilaian dan pada akhirnya sepakat memutuskan bahwa 3 terbaik jatuh kepada kelompok 28 dengan judul presentasi “Enhancing Operational Efficiency through Automation & Robotics”, kelompok 19 dengan judul “Membuka Horizon Baru di Timur Nusantara” dan kelompok 3 dengan judul “Development New Revenue Strategy PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS)”.
”Terima kasih kepada PT Terminal Petikemas Surabaya atas kolaborasi dalam project RBS. Banyak insight yang kami peroleh selama menyusun proposal berisi gagasan dan ide-ide yang kami sampaikan hari ini” ungkap salah satu Mahasiswa Ciputra yang kelompoknya terpilih sebagai project terbaik.
Berkolaborasi dengan kampus Ciputra sebagai tempat riset dan laboratory benar-benar saling melengkapi antara dunia pendidikan dan industri, khususnya untuk mengharmonisasikan ide-ide dan gagasan baru sangat dibutuhkan oleh industri.











