GRESIK | BIDIK.NEWS – Menindaklanjuti hinbauan dari Bupati, Wakil Bupati, Kadispendik untuk menggiatkan literasi, kami bersama siswa dan dewan guru langsung bergerak, apalagi ada penulis buku yang hadir, demikian diungkap Kepala SMPN 10 Gresik ( SMPN Bungah). H Daifi, Kamis (22/12)
” Bukan sekadar teori, kami langsung menghadirkan penulis buku “Telisik Hati” yang juga seorang jurnalis untuk mengasah kemampuan siswa. Dan yang lebih penting lagi, usai kegiatan Penguatan Literasi ini, para siswa sudah bisa menghasilkan sebuah karya berupa Antologi Puisi, khusus bertemakan Ibu di momen sakral Peringatan Hari Ibu ,” terang H Daifi
Dengan mengusung tema “Kami Cinta Literasi Sepenuh Hati, Tunggu Karya Kami Menghiasi Bumi Wali”, tidak kurang dari 400 siswa kelas 7 dan 8 dengan penuh semangat menulis puisi berjamaah bertemakan ‘Ibu adalah Segalanya” di Musala Al Mubarokah UPT SMPN 10 Gresik.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Muhammad Shobir, menambahkan, penguatan literasi ini sangat penting untuk mengasah kemampuan siswa di dunia tulis menulis. Selama ini, UPT SMPN 10 Gresik juga telah menggalakkan literasi dengan membiasakan seluruh siswa menggunakan 4 bahasa sesuai jadwal yang ditentukan, yakni Bahasa Indonesia, Jawa, Inggris dan Arab.
“Bahkan sebelumnya, para siswa juga pernah membuat Buku Antologi yang berisi cerita tentang asal usul desanya masing-masing. Dan hasilnya tidak mengecewakan alias cukup memuaskan berkat bimbingan Bapak Ibu Guru. Dan kali ini, di momen Hari Ibu, para siswa kembali membuat Buku Antologi berupa kumpulan puisi, khusus bertemakan “Ibu adalah Segalanya”. Semoga karya siswa kami bisa segera menghiasi jagad literasi Bumi Wali,” ucap Ustadz Shobir penuh semangat.
Penulis Buku “Telisik Hati” dan “Perang Tanpa Pasukan” yang juga seorang jurnalis di Kabupaten Gresik mengaku senang bisa membersamai ratusan siswa UPT SMPN 10 Gresik yang begitu antusias menggeluti dunia literasi.
“Alhamdulillah, berkat gemblengan seluruh dewan guru, para siswa memiliki kemampuan di dunia literasi. Terlebih, setiap siswa sesungguhnya memiliki potensi. Tinggal diberi motivasi, dibakar semangatnya, lalu diarahkan sesuai dengan imajinasi yang bergejolak di lubuk sanubari. Bismillah, jadilah Antologi Puisi yang bakal turut mewarnai jagad literasi Bumi Wali,” ungkap Didik. ( ali)










