MALANG | bidik.news – Sejak diluncurkan pada tahun 2019, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencatatkan kinerja yang cukup menggembirakan, baik dari jumlah pengguna maupun transaksi.
Kepala Bank Indonesia (BI) Jatim Ibrahim menyebutkan, bahwa pengguna
QRIS berkembang begitu pesat. Suatu sistem atau inovasi berhasil tidaknya diukur dari seberapa cepat memberikan solusi dan seberapa massif digunakan oleh masyarakat.
“Dan penambahan jumlah pengguna QRIS ini sangat cepat, itu berarti berhasil.” ungkap Ibrahim dalam Capacity Building Media di Malang, Jumat (18/7/2025).
Ibrahim lalu membandingkan dengan akselerasi kartu kredit atau kartu debet, dimana untuk mencapai 50 juta pengguna diperlukan 25 tahun. Sementara berdasarkan data BI menunjukkan, jumlah pengguna QRIS hingga Maret 2025 mencapai 56,28 juta dengan jumlah merchant QRIS sebanyak 38,1 juta dan jumlah EDC sebanyak 2,3 juta.
“Kalau dirasa dibutuhkan maka daya Engagement lebih cepat. Karena itu, BI selalu cepat memberikan informasi terkait berbagai program dan inovasi yang dijalankan,” ujar Ibrahim
Sementara itu, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Jatim, Himawan Kusprianto menyampaikan perkembangan QRIS yang sangat akseleratif sejak pandemi hingga saat ini karena kemudahan penggunaan, partisipasi ekonomi Gen Z dan penetrasi mobile phone yang makin masif.
“Gen Z menjadi pengguna sangat potensial karena jumlahnya cukup besar, mencapai 75,49 juta atau 27,94%. Disusul generasi milenial sebanyak 69,9 juta orang atau 25,87%, generasi X 59,12 juta orang atau 21,88%, generasi baby boomer 31,23 juta orang atau 11,56%, dan generasi alpha 29,9 juta orang atau 10,88%,” ucap Himawan.
“ORIS juga menjadi fondasi digital terutama bagi segmen UMKM yang saat ini mendominasi dengan porsi 93% atau 38,1 juta hingga Maret 2025. Dari total 38,1 juta UMKM pengguna QRIS meliputi 57,52% skala mikro, 29,59% pelaku usaha skala kecil, 5,89% pelaku usaha skala menengah, dan 3,37% pelaku usaha skala besar,” tambahnya.
QRIS juga telah dimanfaatkan oleh banyak warga negara asing melalui layanan cross border payment. “Peningkatan efisiensi layanan cross border payment menjadi komitmen internasional, mulai dari G20, ASEAN, termasuk Indonesia yang tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030,” tandasnya.
Melalui skema Regional Payment Connectivity, QRIS telah terhubung dengan pembayaran di negara Thailand, Malaysia dan Singapura. Kerjasama juga akan diperluas lagi ke India, Korea Selatan, Jepang dan Uni Emirat Arab.











