BIDIK NEWS | GRESIK – Wajah ceria dari kedua orang tua korban bocah yang kecemplung wadah soto mulai bisa tersenyum ceria, pasalnya saat ini anak yang luka bakar akibat soto panas sudah mendapat pelayanan di rumah sakit, dengan pengawasan dokter dan para medis, termasuk beberapa yang meringankan biaya yaitu dari Lazismu dan YDSF, Kami merasa mempunyai banyak saudara, demikian diungkapkan oleh Kukuh Sasmito (37) ayah kandung dari Moh Ibnu Abdillah (3) yang tervaring di ruang perawatan RS Muhammadiyah Gresik, Senin ( 4/2).
” Kami di kota Gresik ini hanya hidup ngontrak di kamar kecil, dan dengan berwiraswasta jualan pulsa, dan istri hanya merawat 3 anak balita, otomatis beban kami lumayan berat untuk biaya berobat, apalagi kami tidak mempunyai BPJS, ketika kami di desak oleh tetangga untuk membawa ke rumah sakit, maka kami hanya bisa menangis dan pasrah, namun ternyata Lazismu dan YDSF hadir pada kami berkat informasi sari teman wartawan,” jekas Kukuh Sasmito.
Kepala YDSF Gresik Aris Munandar begitu di betitahu ada warga kurang mampu yang butuh pertolongan, ganta dalam waktu 5 menit sudah memutuskan untuk memberi sumbangan, ” Kami sangat respon dan antusias begitu temanbwartawan membeti kabar ada pasien kurang mamou yang membutuhkan biaya, baik biaya perawatan maupun biaya bertahan hudup bagi keluarga, kami hanya menyalurkan ZIS sari masyarakat, dari masyarakat, untuk masyarakat,” tegas Aris Munandar.
Wakil Ketua PWI Gresik Ali Sugiarto , begitu nendapat kabar ada pasien yang butuh bantuan segera menghubungi beberapa pihak,” Momen HPN, kami selalu konsen tuk mencari berita dan mengabarkan kepada masyarakat luas, namun ketika sisi kemanusiaan, maka dengan saling membantu akan bisa meringankan beban bagi yang lagi kesusahan,” jelas Ali yang ikut menyerahkan sumbangan baik dari YDSF dan Lazismu.
Moh Ibnu Abdillah (3) yang diajak orang tuanya bertandang ke Kediri karena ada hajatan, dan saat itu Moh Ibnu Abdillah bermain serta kurang pengawasan dari orang tua, dan terjadilah ” kejebur ” wadah soto yang varu diangkat dari kompor.
Pertolongan pertama di wilayah Kediri sudah dilakukan, dan memaksa di bawa pulang ke Gresik itupun sampai beberapa hari tidak di bawa ke puskesmas, setelah beberapa hari di rumah dan di paksa tetangga, maka tetangga bersepakat membawa ke RS Muhamnadiyah Gresik. Dan RS Muhamnadiyah bergerak dengan cepat menjemput pasien dengan mobil ambulance , dan melakukan tindakan medis di RS.
Lazismu Gresik segera bertindak dengan memberikan biaya perawatan bagi bocah ini dengan membayar langsung ke pihak RSMG. (ali)











