GRESIK | BIDIK.NEWS – Bentuk sedekah kepada bumi beserta seluruh alam adalah dengan menanam tanaman yang ber usia tahunan bahkan puluhan tahun, dan tanaman kelapa adalah yang bisa tahan serta manfaat bagi alam, demikian dikstakan pendiri sanggar Daun. Arik Wartono. Minggu sore (14/5).
” Kita mengajarkan kepada anak anak, bahkan yang masih ber usia 2 tahun, untuk gemar menanam tanaman, manfaat bagi penanam dan masyarakat yang lain adalah menyaring karbon dioksida diolah menjadi oksigen, menjaga ekosisten air bawah tanah, menahan tanah dari erosi, menahan angin kencang, dan bisa menjadi rumah bagi hewan kecil atau tumbuhan kecil lainnya, ” terang Arik.
Sengaja di namai melukis ” praja muda karana” karena dari manfaat pohon kelapa ini sangat banyak sekali, pohonnya bisa di buat rumah, jembatan, tiang penyangga, bunganya bisa disadap jadi air nira, buahnya juga bisa dinikmati kalau muda, kalau buah tua juga tetap bermanfaat mulai menjadi pelengkap masakan atau bahkan menjadi minyak goreng, daun menjadi aneka hiasan, dibuat atap rumah, dibuat alat bantu menangkap ikan.
Menampilkan 30 karya seni rupa media tunas kelapa yang dibuat oleh anak-anak Daun dari Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Jogja, Depok dan Jakarta, usia mulai 2 tahun.
Pameran berlangsung hanya dua jam, karena karya seni media tunas kelapa ini akan dipamerkan lagi Sabtu, 27 Mei 2023 di Kedai Kosim Tulungagung, kemudian esok paginya Ahad, 28 Mei 2023 karya seni tersebut ditanam di bukit dan pantai kawasan Pantai Nglarap dan Pantai Sine Tulungagung.
Damara Azka Yudith (11thn), yang memberikan aneka warna pada buah kelapa berharap tanaman ini kalau tumbuh nanti batangnya akan berwarna warni seperti warna yang di torehkan.
” Saya kepingin pohon kelapa yang saya gambari ini, pohonnya akan berwarna seperti warna lukisan ini, biar tampil beda, ” terang Azka khas gaya anak anak. ( ali)









