BIDIK News | SURABAYA – Penonton yang menyaksikan Drama Kolosal Surabaya membara, diatas viaduk sempat melempari batu ketika kereta api melintas.
Karena mereka berusaha untuk memberhentikan kereta api namun usaha mereka tetap sia – sia karena kereta tetap melaju. Akhirnya insiden kecelakaan itu tak terelakan lagi.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko mengatakan, Kereta Api (KA) KRD rute Sidoarjo-Bojonegoro melintas sudah memberi tanda semboyan 35 atau triloko.Namun orang-orang diatas viaduk rel kereta api itu sempat melempari batu.
“Ketika kereta api lewat, masinis sudah memberikan semboyan 35 atau triloko, namun orang yang diatas viaduk sempat melemparkan batu,” Ujar Gatut Sutiyatmoko, (9/11) malam.
Gatut menjelaskan, menurut informasi kondektur ada yang naik kereta api namun tidak bisa akhirnya jatuh dan ada lagi laporan dari masinis juga, karena mereka saling berdesakan ditepi viaduk rel kereta api.
” Kereta api tidak menabrak, orang-orang yang berada di atas viaduk mereka jatuh karena saling berdesakan ditepi rel kereta api sehingga ada yang jatuh,” Imbuhnya.
Lanjutnya, kecepatan kereta api kecepatany untuk melewati viaduk sendiri antara 30-40 km/perjam. Namun kereta api saat melintas sudah direm sehingga kecepatan antara 15-20 km/perjam.
Gatut juga menuding pihak penyelenggara kenapa tidak ada pemberitaun kepada penonton yang naik diatas viaduk rel kereta api itu.
“Seharusnya, pihak panitia penyelenggara Drama Kolosal Surabaya membara kan, bisa melarang dengan microfonnya untuk mencegah agar tidak boleh ada diatas viaduk rel kereta api,” Katanya.
Ia memaparkan, peraturan itu sudah jelas diatur dalam UU No.23 Tahun 2007 dan salah satu pasal 181 ayat 1a yang berbunyi setiap orang dilarang berada diruang manfaat jalur kereta api. (Riz)











