Malang l bidik news, Indikasi Penyalahgunaan wewenang yang di lakukan oleh PJ Walikota Malang Dalam mengambil Hati Masyarakat Kota Malang dengan aspirasinya melalui program Ngobrol Mbois Ilakes (Ngombe) di sinyalir adanya kampanye terselubung
Pasalnya, sampai saat ini PJ Wali Kota diduga melakukan kampanye terselubung dengan memanfaatkan program programnya, salah satu program yang di gagas oleh nya yakni program Ngobrol Mbois Ilakes (Ngombe), selain itu ada beberapa kegiatan yang di duga sebagai alat politik praktis yakni dengan membuat program anti narkoba yang beberapa waktu lalu mengundang seluruh Rukun Warga (RW) se Kota Malang di Gedung Islamic Center Arjowinangun Kota Malang, dengan membagi kaos ke seluruh Peserta Undangan dan kaos tersebut bergambar Wahyu Hidayat dengan tagline ” jauhi narkoba dekati saya” Hal itu yang menjadi pertanyaan bagi masyarakat Kota Malang.
Menanggapi hal tersebut, Panglima Madas ( Madura asli ) Malang Raya , Moch Yusuf Esa, merasa geram dengan adanya kegiatan PJ Walikota Malang yang di indikasikan kampanye terselubung dengan berkedok melakukan program pemerintah agar bisa memakai Anggaran APBD, menurutnya kalau memang Wahyu Hidayat maju sebagai calon walikota Malang harus segera mundur agar masyarakat tidak di kelabui dengan kegiatan yang selama ini di lakukan di beberapa tempat.
” Kami sebagai panglima madas Malang raya sangat kecewa dengan PJ Walikota Malang yang di indikasi kan kampanye terselubung dengan menggunakan alat politik nya dengan membuat program pemerintah ” Ucapnya.
“Dan kritik kami kalau memang ingin maju sebagai walikota Malang ya segera mundur saja dari jabatannya, jangan sampai melukai hati masyarakat dengan program program pemerintah yang mengarah pada kampanye terselubung, bahkan DPRD Kota Malang sudah pernah menegurnya namun tidak digubris oleh Wahyu Hidayat “: imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD )Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengingatkan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat agar tidak mengelabui masyarakat demi agenda politiknya menjelang Pilkada 2024.
Made juga sudah mengetahui perihal kegiatan PJ Walikota Malang yang di sinyalir mengarah ke kampanye terselubung apalagi melihat banyaknya banner bergambar Wahyu Hidayat yang sudah bertebaran di Kota Malang .
” Kami sebagai lembaga politik di Dewan ini merasa bahwa ada salah satu calon yang memanfaatkan APBD. Itu kami tidak mau. APBD untuk rakyat, jangan dibuat politisasi,” tegas Made.










