BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Pengembangan Sekolah Inklusi terus digencarkan oleh Pemkab Banyuwangi.
Tercatat saat ini sebanyak 217 Sekolah Inklusi telah tersebar di seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, baik itu dari tingkat TK hingga SMA.
Adanya Sekolah Inklusi, memberikan kesempatan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk bisa mengikuti proses pembelajaran yang sama di sekolah reguler.
Guna mendukung hal itu, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pendidikan telah membuat program ‘Agage Pinter’ (Cepat Pintar).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono mengatakan, program ‘Agage Pinter’ ini telah menjadi program terbaik Nasional, karena telah mendapat penghargaan di ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Otonomi Awards Provinsi Jatim tahun 2018.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko di Hotel Shangrilla Surabaya, Senin (22/10).
Menurut Sulihtiyono, program pendidikan Agage Pinter meraih Otonomi Award Kategori Utama (Grand Category) Daerah dengan Terobosan Inovatif untuk Orang dengan Disabilitas.
“Ini akan menjadi pemicu bagi kami untuk terus berinovasi dalam melayani publik,” kata Sulihtiyono.
Dia menjelaskan, program ini dimulai sejak tahun 2014 lalu. Dan semua sekolah dilarang menolak pendaftaran dari ABK dan anak penyandang disabilitas, khususnya yang dekat dengan lokasi rumah anak tersebut. Setiap ABK yang bersekolah, akan didampingi satu Guru Pendamping Khusus (GPK) selama proses pembelajaran.
“Dari total 1.065 anak ABK di Banyuwangi, saat ini yang bersekolah telah mencapai 80 persen,” urainya.
Meningkatnya jumlah partisipasi ABK untuk bersekolah, karena lokasi yang terjangkau. Dibandingkan dulu yang hanya ada pilihan SLB, menjadi penyebab karena jaraknya yang jauh.
Oleh karena itu, lanjut Sulihtiyono, melalui program ‘Agage Pinter’ ini, Pemkab Banyuwangi terus meningkatkan alokasi anggaran. Ditahun 2014 lalu hanya 60 juta, tahun 2018 ini telah mengucurkan anggaran sebesar 1,36 miliar.
“Anggaran sebesar itu kami gunakan untuk GPK dan kegiatan penunjang lainnya,” ungkapnya.
Jumlah GPK di Banyuwangi saat ini yaitu 275 GPK. Mereka guru Sekolah yang telah mendapat pembekalan khusus sebagai pendamping ABK tersebut.(nng)








