BANYUWANGI – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Banyuwangi sudah tak sabar menunggu langkah program yang ditawarkan paslon Ipuk Fiestiandani Azwar Anas – H. Sugirah.
Salah satunya program 10.000 UMKM Naik Kelas. Mereka berharap, program yang ditawarkan tersebut bukan hanya sebuah slogan, tapi benar-benar dilakukan dan riil.
Ungkapan itu disampaikan Sukron Makmun, salah seorang pengusaha UMKM bidang jasa konstruksi asal Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Senin (09/11/2020).
Sebagai pendukung paslon Ipuk – Sugirah, ia menginginkan penjelasan terkait program 10.000 UMKM Naik Kelas tersebut. Bagaimana bentuk dari program tersebut, apakah dengan cara penambahan modal, kredit lunak atau yang lainnya. Hal itu yang harus diperjelas.
“Kalau diperjelas kan kita bisa mengikuti, karena program 10.000 UMKM Naik Kelas itu semua orang tertarik. Tak hanya sebagai pemanis, tapi benar-benar bisa dilaksanakan, karena saat ini kita belum tahun langkah riilnya,” ungkap Sukron yang juga Ketua DPC Perkumpulan Kontraktor Profesional Indonesia (Perkopindo) Banyuwangi ini.
Apalagi, bagi para pelaku usaha lainnya seperti pengusaha home industri, penjelasan program tersebut sangatlah penting, karena mereka masih memerlukan pendampingan-pendampingan. Dan merekalah yang benar-benar bisa mengangkat ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan pastinya akan mendukung paslon Ipuk-Sugirah di pilkada 9 Desember nanti.
“Jika berkesempatan, saya yakin Bu Ipuk mampu melakukannya dan mewujudkan semua program-programnya itu,” ujarnya.
Sukron juga meyakini kalau paslon Ipuk-Sugirah akan menang dalam kontestasi pilkada nanti. Suka tidak suka, diakui atau tidak, nama besar Bupati Azwar Anas sangat mendorong dan menopang setiap kampanye yang dilakukan paslon Ipuk-Sugirah.
“Itu yang menjadi faktor utama. Karena itu saya yakin paslon Ipuk-Sugirah pasti menang,” tegasnya.











